jump to navigation

Obat Palsu, obat, farmasi, farmasis, November 29, 2007

Posted by muhlis3 in Berita Farmasi.
trackback

Lindungi diri dari obat Palsu

Sebagian besar masyarakat tentu telah banyak ataupun pernah mengkonsumsi obat, bahkan ada sebagian masyarakat yang telah tergantung dengan obat, terutamanya penderita penyakit kronis. Pada sebagian masyarakat Obat sudah menjadi kebutuhan, bahkan tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit tetapi juga digunakan untuk mencegah penyakit, kecantikan, kebugaran, bahkan hanya sekedar untuk kesenangan, yang terakhir ini biasanya dinamakan penyalahgunaan obat.

Bagi masyarakat awam, kalau membutuhkan obat, tinggal beli, umumnya mereka tidak memperdulikan apakah obat yang dibeli mahal atau murah, baik atau kurang baik, asli atau palsu, kalau sudah membutuhkan pasti mereka akan membeli, ini disebabkan ketidak tahuan terhadap obat. Ketidak tahuan ini terkadang menjadi peluang usaha bagi orang orang tertentu untuk meraih keuntungan sebanyak banyaknya dengan cara memproduksi,mengedarkan obat palsu. Dan pada akhirnya masyarakat pula sebagai konsumen yang dirugikan, jika hanya sekedar tidak sembuh penyakitnya mungkin tidak terlalu merugikan, tetapi jika obat yang diminum menimbulkan efek samping yang merugikan, mungkin menjadi bahaya yang besar tidak hanya penyakitnya bertambah parah mungkin dapat menimbulkan penyakit yang baru atau lebih buruk lagi jika sampai menimbulkan kematian. Untuk itu perlu kiranya masyarakat melindungi diri sendiri dari mengkonsumsi obat-obat palsu.

Kalau kita membicarakan obat palsu, sebenarnya ada beberapa kriteria mengenai obat palsu, pertama, memang obat tersebut palsu, biasanya ini dilakukan pada obat obat yang mahal dan atau banyak dikonsumsi masyarakat, obat palsu ini biasanya diproduksi oleh pabrik lain, yang obatnya bisa jadi berisi obat yang sama dengan kadar yang sama, dapat pula berisi obat yang sama tetapi kadarnya jauh lebih sedikit dari obat asli, dapat pula hanya berisi tepung/zat pengisi tanpa bahan obat atau malah berisi obat lain (tidak sesuai nama obat), Kedua, Obat tersebut asli dari pabriknya, namun kerena tidak memenuhi kriteria obat layak edar, misalnya persyaratan kadar zat aktif, keseragaman bobot, kerapuhan dan lain sebagainya, maka oleh badan POM, dinyatakan tidak layak edar, atau ditarik dari pasaran. Obat ini seharusnya dimusnahkan, namun ada beberapa oknum yang bertindak nakal, misalnya obat tersebut ditarik dari apotek, tetapi kemudian diedarkan ke pasar gelap, misalnya pasar pramuka Jakarta, atau dapat dijual langsung ke dokter dispensing (yang selain mendiagnosa penyakit, juga memberikan obat) dengan harga yang relatif lebih murah. Ketiga, obat tidak terdaftar di badan POM (tidak punya No. Reg), obat ini dapat berupa obat yang diproduksi lokal, dapat pula obat impor, walaupun tulisan kandungan obat dan kadungan obatnya sama (asli), hanya obat ini tidak ter register di badan POM Jakarta.

Lantas Sebagai konsumen obat bagai mana sikap kita ?. Sebenarnya perlindungan masyarakat dari obat palsu merupakan tugas pemerintah yang di laksanakan oleh badan POM (Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan), badan POM biasanya rutin melakukan sampling obat, tetapi sulit pula dimengerti mengapa masih banyak beredar obat palsu, bahkan pernah ada isu yang mencuat dan cukup menghebohkan ketika zamannya presiden Megawati, presiden pun sempat mengkonsumsi obat ”palsu”.

Untuk itu masyarakat perlu tahu apa dan bagaimana ciri obat palsu, atau bagaimana supaya terhindar dari mengkonsumsi obat palsu. Ada beberapa trik untuk terlindung dari mendapatkan obat palsu

  1. Belilah obat pada tempat yang resmi, utamakan membeli obat di Apotek, bila tidak memungkinkan untuk obat bebas dapat dibeli di toko obat resmi (berizin), jangan membeli obat keras ( memiliki tanda lingkaran merah dan ada huruf K ditengahnya ) di toko obat atau tempat lainnya selain di apotek.
  2. Jika membeli obat, perhatikan kemasanya, jika sekiranya nampak cacat/lusuh atau cetakan tulisannya agak buram, mintalah yang lain
  3. Perhatikan nomer registrasinya (No. Reg) jika tidak tercantum, jangan dibeli
  4. Jika membeli obat, sekiranya ragu karena kemasannya berbeda dari biasanya maka jangan dibeli, mintalah yang kemasanya sama dengan yang biasanya dibeli.
  5. Untuk obat yang dikemas dalam blister, obat palsu biasanya cetakan obat nya kurang baik (tidak mulus). Obat asli pasti cetakannya baik/mulus.

Dari berbagai cara tersebut diatas, sebenarnya yang paling mudah adalah belilah obat pada tempat yang resmi, utamakan membeli obat di Apotek, karena di apotek ada Apotekernya yang bertanggung jawab, dan apotek ini secara rutin dalam pembinaan Badan POM dan dinas Kesehatan. Untuk lebih jelas tentang obat anda, tanyakan pada Apoteker jaga di Apotek langganan anda.

Komentar»

1. abe - November 29, 2007

Sekarang bicara tentang pemalsuan bukan lagi hal yang sangat menghebohkan. kita tidak lagi terkejut mendengar obat palsu, uang palsu, dan ijasah palsu. kerena apasih yang tidak bisa dipalsu oleh orang indonesia? semuanya tidak ada kata tidak mungkin.
mendengar tentang obat palsu, saya lebih memberikan perhatian kepada orang kriatif dibalik pemalsuan obat. pada hakekatnya pemalsuan obat tersebut dilakukan karena beberapa hal yang diantaranya:
1. Skala produksi. pada kenyatannya produksi menuntut untuk menghasilkan produk sebayak-banyaknya dengan biaya produksi yang semimal mungkin, ditambah lagi bahan pokok obat yang mahal sehingga formulator dengan “kreatif” memodifikasi formulasi obat. entah dengan mengotak-atik formulasi, penggantian bahan dll.
2. hasrat untuk mengambil keuntungan yang banyak
tetapi terlepas dari itu semua kita sepakat untuk mengatakan bahwa apapun tindakan pemalsuan itu merupakan KEJAHATAN KEMANUSIAAN!!

2. muhlis3 - November 29, 2007

terima kasih. minimal profesi apoteker memiliki etika profesi, dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat, penyalahgunaan wewenang termasuk pemalsuan Obat adalah perbuatan terlarang dan melawan hukum, serta merugikan masyarakat. karena itu kita dukung pemberantasan pemalsuan obat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: