jump to navigation

Mau Anak laki-laki atau perempuan Maret 22, 2010

Posted by muhlis3 in sex at home.
trackback

Mau Anak laki-laki atau perempuan

Suatu malam dalam obrolan singkat selepas pengajian, saya melontarkan pertanyaan, “gimana caranya punya anak laki-laki” kebetulan anggota pengajian ada yg mau menikah. Saya sendiri punya anak lelaki 4 orang, perempuannya 2 orang. Sementara ada anggota yg punya anak lelaki semua dan ada yg punya anak perempuan semua.

Yg punya anak lelaki saya Tanya, jawabnya “kebetulan saja”, kemudian ada yg menimpali, katanya: “ kalo mau punya anak lelaki maka kita harus sabar, maksudnya sabar jangan orgasme mendahului sang istri. Jadi istri orgasme dulu baru sang suami menyusul, insyaAllah jadi anak lelaki”

Yang lain ikut terpancing, katanya: kalo mau punya anak lelaki ikuti ilmu ayam, kami kalo mau anak ayamnya jantan maka di kawinkan di pagi hari, kalo mau betina di kawinkan sore hari. Begitu juga kita manusia, kalo mo anak lelaki hubungan dgn istri ya pagi hari selepas subuh, kalo malam sudah capek dan kemungkinan besar perempuan.

Sebenarnya secara ilmiah seperti apasih ;

KONTRADIKSI: Posisi berhubungan intim untuk menentukan jenis kelamin anak masih menjadi hal yang kontradiksi. Terkadang hal itu sulit didukung ilmu kedokteran modern.

Memiliki anak laki-laki atau perempuan sebenarnya tidak banyak berbeda. Namun masih ada sebagian orangtua yang menginginkan anaknya dari jenis kelamin tertentu.

Hal itu membuat semakin banyak mitos yang berkembang dalam masyarakat seputar seks dan kehamilan dilatari beragam pendapat dan latar belakang keilmuan.

Salah satu yang terus berkembang mengenai seks dan kehamilan ialah posisi berhubungan antara suami dan istri yang akan mempegaruhi jenis kelamin anak.

Konon kalau posisi pria ketika melakukan hubungan seksual dimulai dari kiri dan diakhiri di sebelah kanan, maka bayi laki-laki yang akan dilahirkan. Sebaliknya, bila hubungan seksual dimulai dari sisi kanan dan diakhiri di sisi kiri, maka bayi perempuan yang akan dilahirkan.

Menurut Asep Saefullah, salah seorang penerjemah kitab hadis Sahih Bukhari dan Sahih Muslim hal tersebut bukan hanya sekedar mitos. Dia membenarkan, adanya keterangan dari kedua kitab klasik tersebut.

Meskipun, pemaparannya tidak secara lugas menyebutkan etika hubungan antara suami istri yang dapat memilih untuk melahirkan anak perempuan atau laki-laki nantinya.

“Ada salah satu kata dalam enam ayat dari kitab bahasa Arab yaitu sabako, yang artinya mendahului. Mendahului ini bisa dianalogikan jika sperma dengan kecenderungan laki-laki yang mendahului mendekati sel telur adalah maka anak yang dilahirkan nanti laki-laki dan sebaliknya,” papar Asep.

Mengenai posisi berhubungan seksual dengan kecenderungan dari posisi kanan yaitu laki-laki. Sedangkan, dari sisi kiri lebih besar kemungkinan perempuan. Dia menuturkan, banyak orang yang menganalogikan hal itu dari teori tersebut.

Sementara itu, dr. Budi Iman Santoso SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan jika dianalisa dari segi medis, posisi dalam melakukan hubungan seks tidak ada kaitannya dengan anak yang dikandungnya. Namun, dia membenarkan secara kedokteran dikenal teori tertentu jika pasangan suami istri menginginkan jenis kelamin anak tertentu.

Jika dilihat dari ilmu kedokteran, jelas Budi, yang ada menentukan waktu untuk melakukan hubungan seks pada mendekati masa subur atau sebaliknya.

Pada masa subur, biasanya rahim memiliki suasana basa, sehingga yang lebih lama bertahan ialah jenis sel spermatozoa dengan kromosom Y, lebih tahan di suasana basa. Maka kesempatan untuk jadi anak laki-laki lebih besar.

“Tapi kalau kita tunda setelah atau sebelumn masa subur, maka akan cenderung anak perempuan, karena suasana rahim yang asam. Ini disebabkan sel spermatozoa kromosom X yang lebih tahan, sementara itu sel spermatozoa kromosom Y tidak tahan lama,” tegasnya.

Lebih tahan sel spermatozoa kromosom X yang membentuk janin perempuan ini, dibandingkan sel spermatozoa kromosom Y pembentuk janin pria. Hal itu juga yang melatari pendapat perempuan memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang.

“Oleh karena itu, perempuan memiliki usia harapan hidup lebih panjang, Kalau perempuan kan kromosom XX, sedangkan kalau pria memiliki kromosom XY. Sehingga secara teori untuk jangka fisik laki-laki lebih lemah dari perempuan,” papar Budi.

Secara rata-rata siklus haid perempuan yaitu 28 hari. Perempuan mengalami masa subur yaitu pada hari ke-14, dihitung sejak hari pertama mendapat menstruasi.

“Jadi masa subur yang paling pas itu hari ke-14 atau dua minggu sebelum menstruasi sebelumnya. Hari itulah kalau kita mau kesempatan yang lebih besar untuk mengandung janin laki-laki, lebih tepatnya hari ke-14 dan 16. Jika diluar tanggal itu, maka kemungkinan besar janin perempuan,” jelas dokter yang berkulit putih itu.(ri)

(dikutip dari republika online)

Trus hubungan dengan orgasme apa ? mungkin dapat dijelaskan sebagai berikut, wanita jika sudah orgasme, maka cairan di vagina akan banyak dan ini akan memudahkan kromosom y berenang, karena sifat kromosom y lincah berenang tapi cepat matinya, jadi kalo kromosom y sampai duluan bertamu ke sel telur yang punya kromosom x, jadi terbentuk xy, laki-laki. Jika sang suami orgasme duluan, maka cairan di vagina kurang, kromosom y gak lincah berenangnya, seiring dengan waktu kromosom y mendahului matinya ketimbang kromosom x ( y cepat mati ketimbang x), jadi setibanya di sel telur hanya ada kromosom x, maka jadilah xx, dan perempuan anaknya.

Trus dengan ayam yg kawin di pagi hari ? kira kira begini penjelasannya ( pake ilmu kirologi = yaitu ilmu kiro-kiro)

Pagi hari tuh pasangan sedang seger segernya, gak capek, dan produksi sperma sedang puncak puncaknya, sang istri pun sedang gak stress, jadi gampang orgasmenya, trus karena sperma melimpah, cairan semen banyak, sang istri bisa orgasme, maka jadilah kromosom y menang dalam lomba balap lari, megalahkan kromosom x, dan jadi xy, anak lelaki.

Wal hasil seluruh peserta pengajian puas semua, dan pulang jam 23.00, selanjutnya terserah mau ngamalkan yg habis subuh juga bisa, habis dah ngantuk semua.

Selanjutnya tawakal aja kepada Allah swt, mana yg mau diberi, disyukuri aja. Lagi pula janji Allah kalau punya 2 anak perempuan dan dapat dijaga dengan selamat sampai ia menikah, maka dijanjikan sorga bagi kedua orang tuanya, tapi kedua orang tuanya sholat lho, kalo gak sholat ya gak masuk surga lha.

wassalam

Baca lebih lanjut klik : anak laki@perempuan

Komentar»

1. mazda - Maret 29, 2010

wah infonya banyak manfaatnya, makasih ya

2. muhlis - Juli 18, 2010

makasih mazda dah berkunjung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: