jump to navigation

Varises Juni 27, 2012

Posted by muhlis3 in Berita Farmasi.
Tags:
trackback

Varises (varus=bengkok) merupakan pelebaran dan berkelok-keloknya sistem pembuluh darah balik (vena) disertai gangguan peredaran darah di dalamnya. Ada beberapa bagian tubuh di mana varises bisa muncul. Akan tetapi, saya tidak membahas varises yang terjadi pada lambung, dubur (wasir, hemoroid), atau pada testes laki-laki (varicocel). Tulisan ini hanya menyinggung varises yang terjadi pada tungkai. Konon, penyakit ini sudah dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri.

Varises tidak hanya sekedar menimbulkan pelebaran pembuluh vena tapi juga menyebabkan pembuluh vena menjadi berkelok-kelok. Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari tepi balik ke jantung. Terdapat 3 jenis vena pada tungkai dari arah luar ke dalam berturut-turut vena tepi, vena penghubung, dan vena dalam. Vena tepi terletak di bawah kulit dan secara samar-samar terlihat. Sementara itu, pembuluh vena yang lebih dalam terletak dalam bungkusan otot yang mampu memeras vena sampai kosong ke arah jantung. Vena tepi dan vena dalam dihubungkan oleh vena penghubung. Bagian terpenting pada sistem vena ini ialah klep atau katup satu arah yang mengarahkan aliran darah dari vena tepi ke vena dalam. Klep yang berfungsi akan terbuka untuk membiarkan darah mengalir, kemudian katup menutup kembali setelah darah melaluinya.

Pada pria varises tungkai jarang terjadi karena kondisi otot pria secara alami lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Bila dibandingkan dengan pria, wanita berpeluang lima kali lebih besar karena adanya faktor kehamilan dan menopause. Ini dapat dipahami, karena tekanan dalam perut yang meninggi atau tekanan langsung pada pembuluh balik dalam panggul menyebabkan aliran vena dari tungkai akan terganggu. Pada menopause, terjadi penurunan hormon estrogen yang menimbulkan penurunan kekuatan tekanan otot kaki terhadap pembuluh vena.

Selain itu, faktor keturunan juga memegang peranan, biasanya varises di kalangan remaja terjadi karena anggota keluarga lain juga ada yang menderita penyakit tersebut. Penyebab varises ini tampaknya karena dinding pembuluh yang tipis atau tidak terbentuknya klep. Faktor lain adalah berat badan yang menyebabkan beban kaki lebih berat dan tekanan darah vena di tungkai meningkat. Juga, posisi berdiri lama menambah tekanan pada vena di tungkai, sehingga otot kaki harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan darah ke atas. Jadi, bagi Anda yang berprofesi sebagai guru atau dosen harus berhati-hati karena merupakan faktor predisposisi.

Pada kondisi yang ringan varises menimbulkan rasa nyeri, rasa berat, tegang, dan sering mengalami kram kaki terutama saat berdiri lama dan akan berkurang bila berbaring dengan tungkai ditinggikan. Apabila dibiarkan berlarut-larut dapat terjadi komplikasi mulai dari pembengkakan tungkai atau kaki, kelainan kulit, eksema, dan terbentuk koreng (tukak) di sekitar pergelangan kaki. Sekitar tukak, warna kulit menjadi lebih gelap dari sekitarnya (pigmentasi). Komplikasi yang paling berbahaya (walaupun ini sangat jarang) adalah terbentuknya endapan darah (emboli) yang dapat terbawa kemana-mana dan bisa menyumbat pembuluh pada organ lain seperti ginjal, hati, lambung. Apabila memasuki aliran darah di paru dapat menyebabkan kematian.

 

Bagi yang belum menderita varises dapat melakukan tindakan pencegahan (primer) sebagai berikut pertama, olahraga secara teratur dan makanan cukup bergizi dan bervitamin. Kedua, berat badan seimbang hendaknya dipertahankan, mengingat obesitas lebih mudah terkena varises karena beban tubuh yang berat. Ketiga, hendaknya juga tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi (hi heels). Pengenaan sepatu macam ini mengakibatkan beban kaki menjadi lebih berat dibandingkan dengan sepatu bertumit rendah. Keempat, hindari berdiri diam terlalu lama atau duduk lama sambil menyilangkan kaki, sebab aliran darah akan terhambat. Kelima, sedapat mungkin menghindari kaos kaki, pakaian, ikat pinggang ketat karena bisa menjepit vena antara jantung dan kaki. Keenam, beri istirahat yang cukup pada kaki dan pemijatan sehabis bepergian supaya darah vena lancar. Juga, latihan menaikkan kaki secara teratur perlu dilakukan, untuk membantu vena agar tidak bekerja terlalu berat.

Bagi yang sudah menderita varises maka Anda dapat melakukan tindakan pencegahan (sekunder) supaya varises tidak bertambah buruk, atau bahkan bisa memperbaiki kondisi varises. Pertama, dianjurkan mengenakan kaus kaki yang elastis untuk menekan vena tepi, yang bersama dengan kontraksi otot kaki akan mampu mencegah pelebaran dinding vena. Kedua, jangan sekali-kali merawat varises dengan air hangat atau mandi sauna. Panas akan semakin melebarkan vena sehingga semakin mengurangi tekanan aliran darah ke atas. Ketiga, hindari olahraga lari, loncat, dan senam aerobik high-impact karena akan menambah beban kaki. Olahraga yang dianjurkan adalah bersepeda, berenang, dan berjalan kaki. Senam tungkai dapat dilakukan setiap hari berguna untuk memperkuat otot-otot kaki sehingga akan membantu memompa darah naik ke jantung. Jangan lupa setiap latihan diakhiri dengan pendinginan dan peregangan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: