jump to navigation

Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 2012 Juli 2, 2012

Posted by muhlis3 in Berita Dunia Islam, Uncategorized.
Tags: , ,
trackback


INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan mengikuti sidang isbat yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam menentukan awal bulan puasa dan lebaran 2012. Muhammadiyah menurutnya sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 20 Juli 2012 dan salat Tarawih mulai 19 Juli 2012.

“Kami tidak ikut sidang isbat. Sidang isbat itu pada pikiran Muhammadiyah tidak perlu,” terangnya di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (27/6/2012).

Alasan Din, sidang isbat yang dilaksanakan hanyalah pikiran subjektif pemerintah. Di mana dalam penyelenggaraannya tidak melalui musyawarah dan tidak ada diskusi. Sehingga pemerintah dinilai Muhammadiyah tidak mengayomi seluruh umat Islam.

“Seharusnya pemerintah mengayomi seluruh umat yang berbeda pendapat. Muhammadiyah sejak tahun lalu sudah mengirimkan surat tidak akan ikut sidang isbat,” katanya.

Dia mengatakan, organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta tahun 1912 silam tidak bisa ikut sidang menetapkan awal bulan puasa ataupun lebaran 2012, karena ada ilmu yang bisa dipelajari dalam menentukan hal itu, yakni ilmu falakh. Menurutnya astronomi itu adalah ilmu eksak.

“Alquran menyuruh kita untuk pandai berhitung. Oleh karena itu kita sudah memutuskan, insya Allah 20 Juli hari pertama puasa dan 19 Juli mulai salat Tarawih,” kata dia. [mvi]

Kemenag Belum Tentukan Kapan Awal Puasa

Sosbud / Senin, 2 Juli 2012 02:02 WIB

Metrotvnews.com, Bengkulu: Pemerintah akan menetapkan awal Bulan Ramadan 1433 Hijriyah melalui sidang Isbat di Kementerian Agama pada 19 atau 20 Juli 2012. Sidang digelar untuk mendengarkan laporan dari berbagai tim yang ditugaskan bekerja di berbagai tempat untuk melakukan Rukhiyah melihat bulan secara langsung atau mengunakan alat teropong bintang.

“Dalam penetapan awal Bulan Ramadan ini, melihat seperti tahun sebelumnya, pemerintah akan melalui proses sidang Isbat,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Bengkulu usai membuka acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-3 PPP Provinsi Bengkulu di Pondok Pesantren Rahudatul Ulum Jenggalu, Ahad (1/7).

Suryadharma menyebut, sidang Isbat akan mendengarkan laporan dari berbagai tim yang ditugaskan bekerja di berbagai tempat untuk melakukan Rukhiyah melihat bulan secara langsung atau mengunakan alat teropong bintang.

“Kalau memang bulan terlihat maka kita tetapkan pada saat itu sebagai dimulainya bulan puasa. Itu berdasarkan ruhkiyah. Saya belum tahu kapan apakah tanggal 19 atau 20 Juli masih menunggu laporan tim dulu,” tambahnya.

Menurutnya, sangat mungkin terjadinya penetapan awal bulan Ramadan yang berbeda. Sebab, Muhammadiyah sejak jauh hari sudah memutuskan awal bulan Ramadan jatuh pada 20 Juli 2012. Berdasarkan perhitungan badan hisab rukhyat Kemenag belum ada kepastian. Namun diperkirakan puasa akan dimulai pada 21 berdasarkan itjimak (konjugsi) yang terjadi pada 19 Juli pada pukul 11.25 WIB dengan posisi hilal sekitar 1,31 derajat.

Karena hilal dibawah dua derajat, maka sulit dilakukan melalui rukhyat. Sehingga akan mengunakan standar istikmal atau mengunakan umur bulan syakban selama 30 hari.

Ditambahkannya, kalau pengertian rukhyat itu sendiri adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, atau penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya itjimak. Apabila sudah nampak maka pada saat Maghrib waktu setempat telah memasuki bulan puasa. (Ant/TII)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: