jump to navigation

Kajian Sore “menggapai sukses mahasiswa” November 21, 2012

Posted by muhlis3 in Uncategorized.
Tags: ,
trackback

Kajian Sore oleh Muh. Muhlis

 

Suatu sore ba’da asyar di awal November 2012 saya diminta ngisi kajian sore mahasiswa pendidikan kampus 3 UAD di masjid darunnajah

Tema yg diminta, menggapai sukses mahasiswa

Assalamu’laikum warohmatullahi wa barokatuh

Saya senang bias ngisi kajian mahasiswa pendidikan, karena mereka calon guru, dan mesti pahalanya tidak terputus, karena ilmu yg bermanfaat dan ditularkan kepada para siswanya kelak, dan saya ingin ikut andil dalam hal itu, Ibarat Allah swt menawarkan bisnis Multi Level Marketing, para “up line” selalu mendapatkan keuntungan dari kerja downlinenya, Cuma persentasenya biasanya kecil, maksimal 10 %.

Tapi…………Allah menawarkam bisnis MLM dengan keuntungan 100 % dan tidak berbatas levelnya, yaitu ilmu yang bermanfaat, yg pahalanya terus mengalir disaat pahala lain mandek seiring nyawa terlepas dari badan.

Kembali pada topik awal, menggapai sukses……..

Ada 4 hal yang harus diperhatikan untuk sukses

  1. Kesuksesan di mulai dari amal solih, hidup kita ini ibarat cermin, atau biar agak ilmiah kayak hukum kekekalan energy lah, kita melepaskan energy dan suatu ketika akan mendapatkan kembali energy tersebut dan mungkin dalam bentuk yang berbeda, maksudnya Adalah ketika kita melemparkan suatu kebaikan niscaya kita juga akan mendapat kebaikan, ketika kita melemparkan keburukan, niscaya kita akan mendapatkan keburukan pula, sesuai dengan janji Allah swt dalam QS, At taubah: 105

 

                  وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

 

Pada surat At taubah: 105, tersebut bagai mana Allah swt menjanjikan bahwa Allah, rasulNya, dan Orang orang mukmin pasti melihat amal soleh kita, dan Allah itu katanya “mboten sare”, Allah itu tidak tidur, Allah itu Maha melihat, dan Allah itu maha cepat pembalasannya.

Dan Allah selalu dan akan selalu membalas amal ummatnya sebagaimana di jelaskan dalam Al-quran surat Az Zalzalah: 7-8

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8).

Nah…., sudah jelas khan, jadi jangan khawatir dan ragu untuk berbuat kebajikan.

Trus apa hubungannya dengan kesuksesan…….

Ini Hubungannya, ingat kisah 3 orang pemuda, yang dalam perjalanannya kehujanan, dan hujannya sangat deras sekali diikuti badai dan petir, yang mengharuskan mereka untuk berlindung. Lantas berlindunglah mereka dalam sebuah gua, tapi ….. malang tak dapat di tolak. Terjadi longsor dan bebatuan berjatuhan menutupi mulut goa, Praktis mereka terkurung dalam goa, tidak ada bekal makanan apa lagi mau ngopi, tidak ada lampu, tidak ada sinyal telepon, sehingga kegelapan semakin membuat mereka takut, takut tidak ada yg dapat menemukan mereka, itu berarti mereka kemungkitan akan terkubur selamanya dalam goa tersebut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallaahu ‘anhuma, dia berkata : “aku mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda : ’ada tiga orang yang hidup sebelum kalian berangkat (ke suatu tempat) hingga mereka terpaksa harus menginap di sebuah gua, lalu memasukinya. Tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dari arah gunung lantas menutup rongga gua tersebut. Lalu mereka berkata: ’sesungguhnya yang dapat menyelamatkan kalian dari batu besar ini hanyalah dengan (cara) berdoa kepada Allah melalui perbuatan-perbuatan yang shalih’ (maksudnya: mereka memohon kepada Allah dengan menyebutkan perbuatan yang dianggap paling ikhlas diantara yang mereka lakukan-red). Salah seorang diantara mereka berkata:’Ya Allah! aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah renta dan aku tidak berani memberikan jatah minum mereka kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku).

Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, lantas aku memeras susu seukuran jatah minum keduanya, namun akupun mendapatkan keduanya tengah tertidur. Meskipun begitu, aku tidak berani memberikan jatah minum mereka tersebut kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Akhirnya, aku tetap menunggu (kapan) keduanya bangun -sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada ditanganku- hingga fajar menyingsing. Barulah Keduanyapun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka. ‘Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang namun mereka tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)’ .

Nabi bersabda lagi: ‘yang lainnya (orang kedua) berkata: ‘ya Allah! aku dulu mempunyai sepupu perempuan (anak perempuan paman). Dia termasuk orang yang amat aku kasihi, pernah aku menggodanya untuk berzina denganku tetapi dia menolak ajakanku hingga pada suatu tahun, dia mengalami masa paceklik, lalu mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia membiarkan apa yang terjadi antaraku dan dirinya; diapun setuju hingga ketika aku sudah menaklukkannya, dia berkata: ’tidak halal bagimu mencopot cincin ini kecuali dengan haknya’. Aku merasa tidak tega untuk melakukannya. Akhirnya, aku berpaling darinya (tidak mempedulikannya lagi-red) padahal dia adalah orang yang paling aku kasihi. Aku juga, telah membiarkan (tidak mempermasalahkan lagi) emas yang telah kuberikan kepadanya. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut merenggang lagi namun mereka tetap tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)’ .

Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: ‘kemudian orang ketigapun berkata: ‘Ya Allah! aku telah mengupah beberapa orang upahan, lalu aku berikan upah mereka, kecuali seorang lagi yang tidak mengambil haknya dan pergi (begitu saja). Kemudian upahnya tersebut, aku investasikan sehingga menghasilkan harta yang banyak. Selang beberapa waktu, diapun datang sembari berkata: “wahai ‘Abdullah! Berikan upahku!. Aku menjawab: ’onta, sapi, kambing dan budak; semua yang engkau lihat itu adalah upahmu’. Dia berkata : ’wahai ‘Abdullah! jangan mengejekku!’. Aku menjawab: “sungguh, aku tidak mengejekmu’. Lalu dia mengambil semuanya dan memboyongnya sehingga tidak menyisakan sesuatupun. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Batu besar tersebut merenggang lagi sehingga merekapun dapat keluar untuk melanjutkan perjalanan’. (Muttafaqun ‘alaih)

Kisah didalam hadits diatas menunjukkan bahwa bertawassul kepada Allah Ta’ala dengan perbuatan-perbuatan yang shalih yang semata-mata mengharap ridla Allah Ta’ala adalah disyari’atkan. Sedangkan bertawassul dengan selain itu, seperti dengan pepohonan, kuburan, para wali dengan memohon kepada mereka sesuatu yang tidak patut kecuali kepada Allah, merupakan syirik yang paling besar yang mengeluarkan pelakunya dari dien Islam.

Nah sudah Nampak jelas bukan…. Ada hubungan amal soleh dan kesuksesan.

Jadi kalau ingin sukses di kampus ya buat amal soleh dulu,  pas ti Allah akan melihat dan membalasnya.

 

  1. Langkah ke-dua adalah Do’a…

Yang dilakukan oleh ketiga pemuda dalam hadist di atas adalah ber do’a sepenuh hati dan berharap dengan kesungguhan bahwa tidak ada yg dapat menolong kecuali Allah SWT, tentunya berdoa dengan ber tawassul dengan amal soleh yang sudah kita lakukan,

Jadi……

Ceritanya kalo kita ingin ber doa, ya beramal soleh dulu, terserah amal apa yg bisa dilakukan ada yg sholat lail, ada yg puasa, ada shodaqoh, ada yg ngajari teman, adanya mbersihkan masjid, ada yg lain lain terserah apasaja amal yg di sanggupi

 

  1. Langkah ke-3, adalah Usaha, tidak ada hasil tanpa Usaha, bahasa kerennya ikhtiar, dan kita harus yakin bahwa:

v  setiap manusia punya kelebihan

v  Setiap manusia punya kreatifitas

v  Setiap manusia punya cara sendiri untuk survive

v  Setiap manusia punya kesempatan

Kita harus ingat bahwa Allah menciptakan manusia dengan sebaik baiknya ciptaan, “Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q.S AT-Tiin : 4).

Jadi setiap kita mesti ada kelebihan dari yang lain dan kita harus menemukan itu.

Masalahnya pola pendidikan kita yg kadang keliru, anak yang cerdas dan pintar adalah anak yang bisa matematika, bisa fisika, nah kita jangan terjebak dengan hal itu, kita harus sadar bahwa ada kecerdasan kecerdasan lain, kecerdasan sosial misalnya, Ingatlah Bahwa Allah menciptakan manusia tidak dengan sia sia.

Saya ingat ketika anak saya masih di TK, pada saat pembagian raport ada acara pembagian hadiah, dan semua siswa juara semua dan semua dapat hadiah, ada yg juara menggambar, ada yg juara tidak pernah telat, ada yg juara makan tidak pernah sisa, ada yg juara makai sarung, ada yg juara cerita, …pokoknya semua juara dan semua punya kelebihan.

Sayangnya pendidikan model demikian Cuma mandeg di TK saja.

Selanjutnya dalam usaha kita, kita perlu pula mengkondisikan fikiran dengan cara Menghadirkan energi positif, jangan sampai muncul energy negative, akan rugi kita. Ada langkah untuk memunculkan energy positif dalam lingkungan kita, yaitu :

  • Berfikir positif
  • Semangat, Semangat, Semangat
  • Hilangkan Rasa Takut
  • Berhenti Mengeluh
  • Selalu Bersyukur
  • Percaya Diri
  1. Yang ke-4 dan terakhir adalah Tawaqal kepada Allah semata ” Bismillahi tawaqaltu ‘alallah-La hawla wala quwata illa billah”

Hasil adalah bukan wilayah kita, tapi hak mutlaq Allah semata, dan kita harus yakin yang diputuskan oleh Allah SWT adalah yang terbaik untuk kita, jika tidak yakin…. Berarti kita sudah mendekatkan diri kepada kebinasaan, karena ada sedikit, secuil perasaan dalam hati kita mensekutukan Allah swt dengan yg lain.

Na’u dzubillahi mindzaliq, semoga tidak terjadi dengan kita

Nah insya Allah jika 4 hal tersebut semua kita jalankan dengan ikhlas, insyaAllah kita sukses, tidak hanya dalam kuliah, tapi juga dalam hidup ini, dunia dan akhirat.

Amin….. Billahit taufiq wal Hidayah

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatu

 

By: Muh. Muhlis

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: