jump to navigation

Pencuri paling jahat November 24, 2012

Posted by muhlis3 in Uncategorized.
Tags: ,
trackback

Dalam kajian Remaja Sore by Muhammad Muhlis

Tema : Pencuri paling jahat

 

Assalamua’alaikum warohmatullahi wa barokatu

 

Pencuri….., siapa yang tidak kenal pencuri, bahkan kita pun pernah berurusan dengan pencuri ini, dan kalo kecurian pasti kesal di buatnya, walaupun kecurian sandal di saat jumatan, pas pulang terpaksa cekeran… khan gak enak banget.

Saya pernah  di Tanya anak saya, katanya : “bi…., tukang apa yang kalo di panggil malah lari….” Ternyata jawabannya “Tukang maling”, alias pencuri.

Di berbagai media kita sering lihat dan baca ada pencuri yang dihakimi masa, di gebuki sampai bonyok, ini karena kesal. Tapi ada juga yang di pencuri yang di senangi………yaitu pencuri cinta ( wah mbanyol ni)

Ini pertanda bahwa pencuri itu suatu pekerjaan yang sangat tidak disukai masyarakat, dan Islam memberikan hukuman pada tukang curi ini ( berkali kali mencuri dan tidak jera jera) adalah dengan potong tangan,. (kalo pencuri uang Negara alias koruptor itu, yang di potong apanya ya ?)

Tetapi ikhwah fillah..

Rasulullah SAW, yang menjadi panutan kita dan sholawat serta salam selalu kita sampaikan pada beliau, mengkisahkan lain,……

ada pencuri, dan mendapatkan gelar pencuri yang paling jahat, pencuri yang paling buruk, dan pencuri ini tidak mencuri barang milik orang lain, tetapi mencuri miliknya sendiri yang seharusnya dia berikan kepada Allah semata…  yaitu orang yang mencuri sholatnya…….

Nah,,, ikhwah fillah, …

Ternyata pencuri yang paling buruk itu adalah orang mencuri sholatnya, sesuai dengan sabda Rasulullah saw :” “Pencuri yang paling buruk adalah yang mencuri shalatnya. Ia tidak menyempurnakan rukunya, sujudnya dan kekhusyuannya” (HR. Ahmad) ,

Para sahabat nabi bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana ia mencuri dari shalatnya?’
Beliau menjawab, [Ia] tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya.” (HR Ahmad).

Suatu hari, seusai shalat berjamaah, Rasulullah  duduk bersama para sahabatnya di salah satu sudut masjid. Tiba-tiba datang seorang laki-laki ke sebuah  sudut lain dan langsung mengerjakan shalat sendirian. Dalam shalatnya orang itu ruku dan sujud  dengan cara mematuk (sebentar-sebentar) karena terburu-buru. Melihat hal itu, kemudian Rasulullah  berkata kepada para sahabatnya, ”Apakah kalian menyaksikan orang ini? Barang siapa meninggal dalam  keadaan [shalatnya] seperti ini, maka ia meninggal di luar agama Muhammad.”

Nabi Saw kemudian meng-qiyas-kan (memperumpamakan)  orang itu seperti burung gagak yang sedang mematuk darah dan seperti orang lapar yang hanya makan  sebutir atau dua butir kurma. ”Bagaimana ia bisa kenyang?” tanya beliau.

Trus,…. Gimana koq bida dikatakan mencuri ?

Jadi ikhwah fillah,

Dalam sholat itu di kenal istilahnya “thuma’ninah” yaitu “tenang/diam sejenak” yang merupakan salah satu rukun shalat, setiap pergantian gerakan sholat di usahakan “tenang/diam sejenak”, misalnya jika kita takbir mau rukuk, maka kita takbir Allahu akbar, “bar” nya pas pada posisi sempurna rukuk, banyak orang yang mencuri sholat ini, bacaan rukuknya bukan pada posisi sempurna rukuk tapi masih pada posisi bergerak mau rukuk.

Begitupula dengan sujud, bacaan sujud di mulai pada saat sujud sempurna, yaitu ketika jidat, hidung sudah menempel di lantai/sajadah, baru kemudian membaca doa sujut ( ada baiknya ketika jidat dan hidung menyentuh sajadah, tarik nafas baru membaca tasbih), setelah doa sujut selesai sempurna, barulah bergerak dan takbir kembali, begitu seterusnya.

Nah yang dikatakan mencuri sholat itu adalah mencuri “waktu”, waktu masih bergerak dalam rukun sholat ( misalnya sujut) dia sudah memulai bacaan, dan ketika jidat sampai sajadah, bacaan sudah selesai dan langsung berdiri kembali, jadi seakan akan seperti ayam mematuk makanan, tidak ada jeda, tidak ada istirahat sejenak, tidak ada nafas didalamnya ( tidak “thuma’ninah”), nah manusia ini menjadi pencuri yang paling jelek, dia mencuri hak nya Allah, dia mencuri waktu yang dia sendiri sedang berhubungan dengan Allah, Jadi dimana rasa malunya, jika tidak bisa dikatakan sebagai manusia yang tidak beradab, Ia menjadi pencuri yang paling buruk karena ia mencuri dalam shalatnya sehingga ia pun merusak shalat tersebut.

Padahal jika shalatnya rusak, maka rusaklah semua amalnya. ia mencuri pahala yang seharusnya menjadi haknya sendiri dan menukarnya dengan hukuman akhirat. “Tak jarang aku menangis karena mengalami kegagalan meraih keuntungan perdagangan dunia, tapi mengapa saat aku masuk dalam shalatku untuk bertemu Sang Kekasih, lalu keluar tanpa mendapatkan apa-apa, tidak menangis?” Maka kecelakaanlah (Neraka Wail) bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

Semoga kita diberi kekuatan untuk bersegera memenuhi  panggilan shalat dan mempertahankan thuma’ninah dalam shalat, di tengah kesibukan kerja dan kegiatan  yang sangat  ketat.

by Muhammad Muhlis

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: