jump to navigation

EVALUASI PENGELOLAAN NARKOTIKA DI APOTEK KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH PADA BULAN JUNI 2012 Mei 3, 2013

Posted by muhlis3 in abstrak penelitian.
Tags: , ,
trackback

 

EVALUASI PENGELOLAAN NARKOTIKA DI APOTEK KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH PADA BULAN JUNI 2012

INTISARI

—————————————————————–

Oleh : Rizki Karina Puspita Sari, Muhammad Muhlis,

 

            Narkotika adalah obat yang sering disalahgunakan untuk tujuan selain pengobatan. Pengelolaan obat golongan narkotika penting dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika. Pengelolaan dan penyimpanan narkotika diatur dalam Permenkes RI No. 28 tahun 1978, sedangkan penyaluran narkotika diatur dalam UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan obat narkotika, mengetahui pelayanan administratif resep obat narkotika, mengetahui kriteria penilaian untuk lemari obat narkotika, dan mengetahui jenis obat golongan narkotika di apotek dalam wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin pada bulan Juni 2012.

            Penelitian ini dirancang secara deskriptif dengan mengambil data secara langsung cara pengelolaan obat golongan narkotika, pelayanan administratif obat narkotika, kriteria penilaian untuk lemari obat narkotika, obat golongan narkotika yang terdapat di apotek-apotek Kecamatan Banjarmasin Tengah dan hasilnya dibandingkan sesuai dengan standar pengelolaan narkotika dalam PerMenkes No. 28 tahun 1978 dan UU Narkotika No. 35 tahun 2009.

Dari 10 apotek di wilayah kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin ditemukan 255 lembar resepnarkotika yang masuk pada bulan Juni 2012. Obat golongan narkotika yang sering diresepkan adalah codein (100%). Hasil penelitian menunjukkan tidak mencantumkan alamat pasien (30,59%), tidak mencantumkan umur (50,20%), tidak mencantukan jenis kelamin (50,59%), dan tidak mencantumkan berat badan pasien (100%). Hasil penilaian terhadap lemari penyimpanan diperoleh hanya ada 2 apotek yang sudah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hasil persentase pengelolaan narkotika dari 10 apotek diperoleh data 9 apotek (90%) memenuhi Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009, Undang-Undang No. 22 Tahun 1997 dan Permenkes No. 28 Tahun 1978. Sedangkan yang tidak sesuai hanya 1 apotek (10%) karena tidak memenuhi pada kriteria penyimpanan obat narkotika dan belum melakukan pemusnahan obat narkotika kadaluarsa.

 

Kata kunci : Narkotika, pengelolaan narkotika, apotek.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: