jump to navigation

PENGARUH RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DIABETES MELLITUS TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI HIPERTENSI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PERIODE JULI 2011-JUNI 2012 Mei 3, 2013

Posted by muhlis3 in abstrak penelitian.
Tags: , , ,
trackback

PENGARUH RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DIABETES MELLITUS TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI HIPERTENSI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PERIODE JULI 2011-JUNI 2012

———————————————————————————————————

Oleh : Esti Rahayu, Muhammad Muhlis

INTISARI

Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular. Hipertensi dan diabetes sering ditemukan secara bersamaan dalam masyarakat. Baik pasien hipertensi maupun pasien diabetes mellitus mempunyai kecenderungan menderita kedua penyakit tersebut. Pengawasan tekanan darah yang baik pada penderita diabetes mellitus akan dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pengobatan hipertensi,  menilai keberhasilan terapi dan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas terapi dengan keberhasilan terapi.

            Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien dengan diagnosa hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus dan mendapat terapi untuk hipertensi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Data yang diperoleh sebanyak 18 kasus selama periode Juli 2011-Juni 2012. Penggunaan obat-obat tersebut kemudian di analisis dan dikaji sesuai dengan standar JNC7 untuk evaluasi antihipertensi dilihat dari tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis. Keberhasilan terapi dinilai pada saat pasien keluar Rumah Sakit dengan tekanan darah <130/80 mmHg dilihat dari rekam medis. Hubungan antara rasionalitas terapi dengan keberhasilan terapi dianalisis menggunakan uji chi square dengan taraf kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pengobatan hipertensi yang memenuhi kriteria rasional tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis sebanyak 67% sedangkan yang tidak rasional sebesar 33% dan yang mencapai keberhasilan terapi sebesar 44%. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan  rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan keberhasilan terapi hipertensi (p=0,737; OR 1,167; 95% CI 0,459-2,963)..

Kata kunci : rasionalitas, hipertensi, diabetes mellitus, keberhasilan terapi.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: