jump to navigation

sholat syuruq Agustus 21, 2013

Posted by muhlis3 in Berita Dunia Islam.
Tags: , ,
trackback

 

Keutamaan tetap duduk hingga waktu syuruq dan shalat sunnah syuruq

Shalat isyraq adalah shalat dua raka’at yang dilaksanakan setelah melaksanakan shalat shubuh; lalu ia duduk ditempat ia shalat menunggu waktu syuruq; kemudian shalat isyraq ketika memasuki waktu tersebut. Maka ketika masuk waktu syuruq berdasarkan jadwalnya, maka KITA TIDAK LANGSUNG SHALAT SUNNAH SYURUQ, karena waktu tersebut adalah waktu DIHARAMKAN UNTUK SHALAT, akan tetapi menunggu kira-kira 15 menit (sebagaimana nanti akan dijelaskan dalam atsar ‘aa-isyah radhiyallahu ‘anha).

Waktu isyraq merupakan AWAL WAKTU DHUHA; sehingga orang yang melaksanakan shalat isyraq berarti ia telah melaksanakan shalat dhuha.

Dari Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Ibnu Abbas tidak shalat Dhuha. Dia bercerita, lalu aku membawanya menemui Ummu Hani’ dan kukatakan :

“Beritahukan kepadanya apa yang telah engkau beritahukan kepdaku”.

Lalu Ummu Hani berkata :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk ke rumahku untuk menemuiku pada hari pembebasan kota Mekkah, lalu beliau minta dibawakan air, lalu beliau menuangkan ke dalam mangkuk besar, lalu minta dibawakan selembar kain, kemudian beliau memasangnya sebagai tabir antara diriku dan beliau. Selanjutnya, beliau mandi dan setelah itu beliau menyiramkan ke sudut rumah. Baru kemudian beliau mengerjakan shalat delapan rakaat, yang saat itu adalah waktu Dhuha, berdiri, ruku, sujud, dan duduknya adalah sama, yang saling berdekatan sebagian dengan sebagian yang lainnya”.

Kemudian Ibnu Abbas keluar seraya berkata :

“Aku pernah membaca di antara dua papan, aku tidak pernah mengenal shalat Dhuha kecuali sekarang…

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

“Artinya : Untuk bertasbih bersamanya (Dawud) di waktu petang dan pagi” [Shaad : 18]

Dan aku pernah bertanya :

“Mana shalat Isyraq ?”

Dan setelah itu dia berkata :

“Itulah shalat Isyraq”

[Hasan Lighairihi; Diriwayatkan oleh Ath-Thabari di dalam Tafsirnya dan Al-Hakim]

Jabir bin Samurah rådhiyallåhu ‘anhu menyifati petunjuk nabi shållallåhu ‘alayhi wa sallam, ia mengatakan:

كان لا يقوم من مصلاه الذي يصلي فيه الصبح أو الغداة حتى تطلع الشمس فىإ ذا طلعت الشمس قام

“Beliau tidak berdiri dari tempat shalatnya -dimana beliau melakukan shalat shubuh- hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit, (maka) beliau berdiri (untuk shalat).”

[HR. Muslim]

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai terbitnya matahari lalu dia shalat dua raka’at, maka pahalanya seperti pahala berhaji dan ‘umrah, sempurna, sempurna, sempurna.”

(HR. At-Tirmidziy no.591 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy di dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy no.480, Al-Misykat no.971 dan Shahih At-Targhiib no.468, lihat juga Shahih Kitab Al-Adzkaar 1/213 karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy)

Dalam riwayat lain disebutkan:

من صلى صلاة الصبح في جماعة ثم ثبت حتى يسبح لله سبحة الضحى كان له كأجر حاج ومعتمر تاما له حجة وعمرة

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh dengan berjamaa’ah, kemudian dia tetap (ditempatnya) hingga dia SHALAT DHUHA, maka pahalanya seperti haji dan umrah yang sempurna

(HR ath thabraaniy; hasan lighayrihi, lihat shahiih at targhiib no. 469)

Didukung pula riwayat dari ‘Aa-isyah radhiyallåhu ‘anha berkata:

‎حَتَّى إِذَا كَانَتْ السَّاعَةُ الَّتِي تُكْرَهُ فِيهَا الصَّلَاةُ قَامُوا يُصَلُّونَ

“…(Mereka duduk) hingga waktu yang dilarang untuk shalat telah berlalu, (kemudian) mereka mendirikan shalat”

(Diriwayatkan Iimaam al Bukhaariy dalam shahiihnya)

Untuk menunggu waktu tersebut, dapat kita gunakan untuk BERDZIKIR PAGI dan MEMBACA serta MEMPELAJARI al Qur-aan (beserta tafsirnya; spti: tafsir ibn katsir) untuk mendulang lebih banyak keutamaan.

Apa makna “shalat berjama’ah” dalam hadits diatas?

Maka kita kembalikan kepada keumuman hadits diatas, ia berlaku pada shalat jamaa’ah yang ada di rumah (bersama keluarga), atau bersama imaam rawatib di masjid. Maka dalam hal ini, untuk mengamalkan hadits diatas, berlaku bagi lelaki maupun wanita [Simak: ‘Aunul Ma’buud 4/117]. Wallahu a’lam.

Apa makna “tetap duduk ditempatnya”?

Para ulamaa’ berbeda pemahaman akan hal ini. Al Haafizh Ibn Rajab Al Hambali mengatakan,

“Ada perbedaan dalam memahami lafadz ‘..tempat shalatnya..’. Apakah maksudnya itu posisi (dalam artian: posisi shalatnya) yang digunakan untuk shalat, ataukah tempat (dalam artian bangunan seperti rumah/masjid) yang digunakan untuk shalat?”

Kemudian Ibn Rajab membawakan hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bangkit dari tempat shalat subuh sampai terbit matahari.

Setelah membawakan dalil ini, Ibn Rajab berkomentar,

“…dan diketahui bersama bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah duduk di posisi yang beliau gunakan untuk shalat. Karena setelah shalat (wajib), beliau berpaling dan menghadapkan wajahnya kepada para sahabat radhiallahu’anhum (sehingga beliau tidak lagi di posisi yang sama ketika shalat)”

(Fathul Bari Syarh Shahih Al Bukhari, Ibn Rajab 5:28; dinukil dari konsultasi syari’ah)

Sehingga menurut pendapat ini, yang benar adalah: yang dimaksudkan darinya adalah tetap pada tempat shalatnya (apakah itu dimasjid yang ia shalat, atau rumah, atau tempat selainnya), bukan posisi shalatnya. Jadi, selama ia masih tetap berada didalam masjid, atau rumah yang ia shalat padanya; maka ia masih termasuk orang yang mendapatkan keutamaan ini. Dan inilah yang lebih mendekati kebenaran, Wallaahu a’lam.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: