jump to navigation

PCNE Classification scheme for Drug Related Problems Mei 26, 2015

Posted by muhlis3 in Berita Farmasi.
Tags: , , , , ,
trackback

PCNE (Pharmaceutical Care Network Europe Foundation).
Klasifikasi DRP menurut PCNE (v6.2)

(revised 14-01-2010vm)
V6.2

This classification should be referred to as ‘The PCNE Classification V 6.2’ This version is not backwards compatible with older versions.

Changes between V 6.1 and 6.2

The problem ‘No drug treatment’ has been re-introduced as P1.4. Although no-drug could be seen as not directly drug-related, it is widely considered as a real drug-related problem.
Consequently C1.5 and C1.9 have been simplified and clarified. Some double codes in the cases section have been removed, and C3.1 and C3.2 are split up. Also the word ‘medicine’ has been replaced by ‘drug’ throughout the classification, because the latter word is most used internationally.

DRP merupakan istilah penting dalam dunia asuhan kefarmasian. Istilah lain dapat digunakan untuk konsep yang sama, seperti medication errors, tetapi istilah ini berbeda dari DRP. Kesalahan merujuk pada kesalahan dalam proses yang dapat menyebabkan problem. DRP dapat berasal ketika meresepkan, mengeluarkan atau mengambil / pemberian obat-obatan. Penggunaan obat yang salah oleh pasien mungkin yang paling sering, namun tidak selalu melihat.

Bagaimana dan dimana DRPs berasal
Ada tiga proses utama dimana DRP dapat muncul : resep itu sendiri, dispensing dan proses penggunaan obat. DRPs juga dapat dibagi menjadi aktual dan potensial DRPs. Selain itu beberapa masalah yang tidak dapat dihindari tanpa mengurangi efek dari farmakoterapi, misalnya mual sebagai efek samping dari obat-obatan oncolytic, atau interaksi antara obat yang berbeda untuk AIDS.
Masalah peresepan biasanya berasal di belakang meja dokter ‘, atau kadang-kadang di samping tempat tidur. Biasanya kelalaian atau kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan masalah seperti itu, kadang-kadang kurangnya informasi lengkap mengenai profil terapi pasien, dan juga mungkin hilangnya data laboratorium. Dokter juga dapat dipengaruhi oleh entitas eksternal, seperti industri farmasi, dan mungkin tidak meresepkan obat yang paling tepat. Perawat juga dapat menyebabkan DRPs disebabkan karena salah menyalin instruksi dokter ‘pada kartu atau lembar permintaan obat , atau dengan tidak memberikan obat sebagaimana dimaksud. Masalah dispensing juga sering merupakan akibat dari kelalaian. Salah mengartikan tulisan tangan dokter ‘, tidak melakukan review penggunaan obat, mengambil kotak atau botol obat yang salah sehingga dapat menyebabkan semua DRPs.

Ada beberapa klasifikasi untuk DRP, tapi dalam artikel ini klasifikasi PCNE digunakan untuk memperjelas konsep. Beberapa klasifikasi dikenal tampaknya sulit untuk digunakan dalam praktek, dan khususnya reproduksibilitas klasifikasi yang ada harus diteliti lebih lanjut.

Versi baru dari klasifikasi Drug Related Problems (DRP) telah diterbitkan (V6.2). Sekarang klasifikasi DRP telah ditinjau oleh para anggota kelompok kerja PCNE  dan dibahas dalam simposium PCNE di Jenewa pada November 2009.
Untuk penggunaan klasifikasi PCNE penting untuk memisahkan masalah yang sebenarnya (yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi outcome) dari penyebabnya. Seringkali masalah tersebut disebabkan oleh jenis tertentu kesalahan misalnya kesalahan peresepan atau kesalahan penggunaan obat atau kesalahan cara pemberian. Tapi mungkin tidak ada kesalahan pada semua yang terlibat. Juga, medication error tidak selalu harus mengarah pada sebuah DRP
Penyebabnya biasanya perilaku yang dapat menyebabkan problem, dan yang paling sering adalah terjadinya medication error (kesalahan pengobatan).

Penyebab atau kombinasi dari penyebab dan masalah bersama-sama, biasanya akan menyebabkan satu atau lebih intervensi.

Klasifikasi ini dapat digunakan dalam dua cara, tergantung pada tingkat informasi yang dibutuhkan.
Jika hanya domain utama yang digunakan, ada informasi yang cukup umum untuk tujuan penelitian
Jika sistem ini digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan pelayanan farmasi dalam praktek, subdomain dapat digunakan

INSTRUKSI UNTUK MENYELESAIKAN DRP
FORMULIR REGISTRASI

1. Gunakan hanya satu FORM untuk setiap DRP yang Anda deteksi.
2. Anda dapat menunjukkan lebih dari satu penyebab DRP tertentu (max 3)
3. Anda dapat menunjukkan lebih dari satu intervensi DRP terkait (max 3)
4. Jika usia pasien tidak diketahui, silahkan memperkirakan umur dalam kisaran 5 tahun
5. Obat-obat yang terlibat DRP terkait dimasukkan di bawah bagian ‘Nama obat’
6. Jika kode-ATC obat tidak diketahui, silahkan masukkan zat aktif utama atau nama generik obat
7. Rx yang berhubungan dengan obat yang diresepkan, dan OTC berhubungan dengan produk yang dibeli dengan resep.
8. Lengkapi bagian ‘New’ dan ‘Refill’ hanya jika obat yang terlibat adalah obat yang diresepkan
9. Jika pasien memulai pembahasan DRP, centang ‘by patient’ di Box pada ‘Problem discovered:’ . Jika DRP ditemukan oleh anggota staf Farmasi, centang pada box ‘by pharmacy’ pada bagian ‘Problem discovered:’
10. Jumlah obat yang diresepkan’ mengacu pada jumlah obat resep yang diambil oleh pasien, menurut catatan pengobatan pasien pada profil pasien
11. ‘Time spent on intervention’ (Waktu yang dihabiskan di intervensi) adalah waktu yang dihabiskan secara aktif terlibat dalam menangani masalah DRP. Ini termasuk waktu dari identifikasi masalah DRP, waktu yang dihabiskan dalam diskusi dengan pasien, dengan petugas kesehatan profesional lainnya, pengumpulan informasi dan komunikasi terakhir dengan pasien terkait pada pemecahan masalah DRP

Apoteker dalam bekerja pada farmasi klikik dan komunitas memiliki kewajiban dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang ditimbulkan karena penggunaan Obat (DRP). Secara ringkas, langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan menangani DRPs adalah sebagai berikut.
1. Menentukan klasifikasi permasalahan terapi obat yang terjadi.
2. Menentukan penyebab terjadinya DRPs.
3. Menentukan tindakan intervensi yang paling tepat terhadap DRPs.
4. Melakukan asesmen (penilaian) terhadap intervensi yang telah dilakukan untuk evaluasi.
Berdasarkan PCNE, DRP di klasifikasikan menjadi 4 bagian dasar yaitu
1. The Problems/masalah
2. The Causes/ penyebab
3. The Interventions/ intervensi
4. The Outcome of intervention/ hasil intervensi

PCNE Classification scheme for Drug Related Problems
V6.2 Page 1

The basic classification

 

Code V6.2

Primary  domains

 

Problems

 

P1

Treatment effectiveness

There is a (potential) problem with the (lack of) effect of the pharmacotherapy

 

P2

Adverse reactions

Patient suffers, or will possibly suffer, from an adverse drug event

 

 

P3

Treatment costs

The drug treatment is more expensive than necessary

 

 

P4

Others

 

Causes

 

C1

 

Drug selection

The cause of the DRP can be related to the selection of the drug

 

 

C2

 

Drugform

The cause of the DRP is related to the selection of the drug form

 

 

C3

 

Dose selection

The cause of the DRP can be related to the selection of the dosage schedule

 

C4

 

Treatment duration

The cause of the DRP is related to the duration of therapy

 

 

C5

 

Drug use/administration process

The cause of the DRP can be related to the way the patient uses the drug or gets the drug administered, in spite of proper instructions (on the label, package or leaflet)

 

 

C6

 

Logistics

The cause of the DRP can be related to the logistics of the prescribing and dispensing process

 

 

C7

 

Patient

The cause of the DRP can be related to the personality or behaviour of the patient.

 

 

C8

 

Other

 

Interventions

 

I0

 

No intervention

 

 

I1

 

At prescriber level

 

 

I2

 

At patient (or carer) level

 

 

I3

 

At drug level

 

 

I4

 

Other

 

Outcome of intervention

 

O0

 

Outcome intervention unknown

 

 

O1

Problem totally solved

 

 

O2

 

Problem partially solved

 

 

O3

 

Problem not solved

 

 

 

Skema Klasifikasi
PCNE Permasalahan Terkait Obat (DRP)

The
Problems

Permasalahan

Domain Primer

Kode v6.2

Permasalahan

1.Efektivitas Terapi

Terdapat (potensi) masalah karena efek farmakoterapi yang buruk.

P1.1

Tidak ada efek terapi obat/kegagalan terapi.

P1.2

Efek pengobatan tidak optimal.

P1.3

Efek yang tidak diinginkan dari terapi.

P1.4

Indikasi tidak tertangani.

2.
2.
Reaksi Tidak Diinginkan

Pasien menderita kesakitan atau kemungkinan menderita kesakitan akibat suatu efek
yang tidak diinginkan dari obat.

P2.1

Kejadian yang tidak diinginkan (non-alergi)

P2.2

Kejadian yang tidak diinginkan (alergi)

P2.3

Reaksi toksisitas

3.
3.
BiayaTerapi

Terapi obat lebih mahal dari yang dibutuhkan.

P3.1

Biaya terapi obat lebih tinggi dari yang sebenarnya dibutuhkan.

P3.2

Terapi obat yang tidak perlu.

4.
4.
Lain-lain

P4.1

Pasien tidak puas dengan terapi akibat hasil terapi dan biaya pengobatan.

P4.2

Masalah yang tidak jelas. Dibutuhkan klasifikasi lain.

Permasalahan di atas dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Klasifikasi penyebab permasalahan terkait obat terbaru (versi 6.2) menurut PCNE (Pharmaceutical Care Network
Europe Foundation) adalah sebagai berikut.

 

Klasifikasi Penyebab Permasalahan
Terkait Obat (DRP)

The Causes

Penyebab

(ctt: satu masalah dapat disebabkan banyak hal)

Domain Primer

Kode

v6.2

Penyebab

1.    Pemilihan Obat

Penyebab DRP
terkait pemilihan obat

C1.1

Obat yang tidak tepat (termasuk kontraindikasi

C1.2

Penggunaan obat tanpa indikasi

C1.3

Kombinasi obat-obat atau makanan-obat yang tidak tepat

C1.4

Duplikasi yang tidak tepat

C1.5

Indikasi bagi penggunaan obat tidak ditemukan

C1.6

Terlalu banyak obat diresepkan pada indikasi

C1.7

Terdapat obat lain yang lebih cost-effective

C1.8

Dibutuhkan obat yang sinergistik/pemcegahan namun tidak diberikan

C1.9

Indikasi baru bagi terapi obat muncul

2.    Bentuk sediaan obat

Penyebab DRP
berkaitan dengan pemilihan bentuk sediaan obat.

C2.1

Pemilihan bentuk sediaan yang tidak tepat.

3.    Pemilihan dosis

Penyebab DRP
berkaitan dengan dosis dan jadwal penggunaan obat.

C3.1

Dosis terlalu rendah

C3.2

Dosis terlalu tinggi

C3.3

Frekuensi regimen dosis kurang

C3.4

Frekuensi regimen dosis berlebih

C.3.5

Tidak ada monitoring terapi obat

C3.6

Masalah farmakokinetik yang membutuhkan penyesuaian dosis

C3.7

Memburuknya/membaiknya kesakitan yang membutuhkan penyesuaian dosis

4.    Durasi Terapi

Penyebab DRP
berkaitan dengan durasi terapi.

C4.1

Durasi terapi terlalu singkat

C4.2

Durasi terapi terlalu lama

5.    Proses Penggunaan Obat

Penyebab DRP berkaitan dengan cara pasien menggunakan obat, diluar instruksi penggunaan
pada etiket.

C5.1

Waktu penggunaan dan/atau interval dosis yang tidak tepat

C5.2

Obat yang dikonsumsi kurang

C5.3

Obat yang dikonsumsi berlebih

C5.4

Obat sama sekali tidak dikonsumsi

C5.5

Obat yang digunakan salah

C5.6

Penyalahgunaan obat

C5.7

Pasien tidak mampu menggunakan obat sesuai instruksi

6.    Persediaan/Logistik

Penyebab DRP berkaitan
dengan ketersediaan obat saat dispensing.

C6.1

Obat yang diminta tidak tersedia

C6.2

Kesalahan peresepan (hilangnya informasi penting)

C6.3

Kesalahan dispensing (salah obat atau salah dosis)

7.    Pasien

Penyebab DRP
berkaitan dengan kepribadian atau perilaku pasien.

C7.1

Pasien lupa minum obat

C7.2

Pasien menggunakan obat yang tidak diperlukan

C7.3

Pasien mengkonsumsi makanan yang berinteraksi dengan obat

C7.4

Pasien tidak benar menyimpan obat

8.    Lainnya

C8.1

Penyebab lain

C8.2

Tidak ada penyebab yang jelas

Berikut adalah intervensi terhadap permasalahan terkait obat terbaru (versi 6.2) menurut PCNE (Pharmaceutical Care
Network Europe Foundation).

 

Klasisikasi
Intervensi Penanganan Permasalahan Terkait Obat (DRP)

The
Interventions

Intervensi

(ctt: satu masalah
dapat menyebabkan lebih dari satu intervensi)

Domain Primer

Kode v6.2

Intervensi

0.      Tidak Ada
Intervensi

I0.0

Tidak Ada Intervensi

1.      1. Pada tahap peresepan

I1.1

Menginformasikan kepada dokter

I1.2

Dokter meminta informasi

I1.3

Mengajukan intervensi, disetujui oleh dokter

I1.4

Mengajukan intervensi, tidak disetujui dokter

I1.5

Mengajukan intervensi, respon tidak diketahui

2.      2. Pada tahap pasien

I2.1

Melakukan konseling obat pasien

I2.2

Hanya memberikan informasi tertulis

I2.3

Mempertemukan pasien dengan dokter

I2.4

Berbicara dengan anggota keluarga pasien

3.      3. Pada tahap pengobatan

I3.1

Mengganti obat

I3.2

Mengganti dosis

I3.3

Mengganti formulasi/bentuk sediaan

I3.4

Mengganti instruksi penggunaan

I3.5

Menghentikan pengobatan

I3.6

Memulai pengobatan baru

4.     4.  Intervensi lain

I4.1

Intervensi lain

I4.2

Melaporkan efek samping kepada otoritas

Berikut adalah klasifikasi efek dari intervensi terhadap permasalahan terkait obat terbaru (versi 6.2) menurut PCNE (Pharmaceutical Care Network Europe Foundation).

 

Efek Dari
Intervensi Permasalahan Terkait Obat (DRP)

Efek Dari Intervensi

(ctt: satu masalah atau kombinasi intervensi-hanya dapat mendorong satu hasil penyelesaian masalah)

Domain Primer

Kode
v6.2

Efek Dari Intervensi

0. Tidak
Diketahui

O0.0

Efek dari intervensi tidak diketahui

1.     1.  Masalah terselesaikan

O1.0

Masalah terselesaikan seluruhnya

2.     2.  Sebagian masalah terselesaikan

O2.0

Sebagian masalah terselesaikan

3.      3. Masalah tidak terselesaikan

O3.1

Masalah tidak terselesaikan, pasien kurang kooperatif

O3.2

Masalah tidak terselesaikan, dokter kurang kooperatif

O3.3

Masalah tidak terselesaikan, intervensi tidak efektif

O3.4

Masalah tidak perlu atau tidak mungkin terselesaikan

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, proses identifikasi dan penanganan DRP menjadi lebih sistematis dan lebih
mudah dimengerti.

 

Contoh Penelitian menggunakan PCNE
Original Article

IDENTIFICATION AND CATEGORIZATION OF DRUG RELATED PROBLEMS IN HYPERTENSIVE SUBJECTS ASSOCIATED WITH CHD AT TERTIARY CARE TEACHING HOSPITAL: AN OBSERVATIONAL PROSPECTIVE STUDY
Jainaf Nachiya. R.A.M1, Parimalakrishnan S1, Ramakrishna Rao. M2.

IAJPR. 2014; 4(4): 2196-2204

Abstract

Background: Hypertension (HTN) with coronary heart disease (CHD) is one of the leading causes of death in worldwide. There are many studies conducted in hypertension with CHD. The aim and objectives of the present study is to analysis the different patterns and identifying the various parameters of DRPs as well as categorization of DRPs in the hypertensive with CHD who visits at a tertiary care teaching hospital.Method: The observational prospective study. The present study was conducted in hypertensive subjects with Coronary heart diseases Outpatient and Inpatient of department of medicine at a tertiary care teaching hospital located at Chidambaram, Tamil Nadu and South India. Study was conducted for two months (August and September 2013). The identification and categorization of DRPs was according to the Pharmaceutical Network Care Europe (PCNE) tool version 5.01. Results: 50 prescriptions were identified for this study. Among 35 prescriptions were analyzed clinical DRPs and 15 prescriptions were analyzed of technical DRPs. Among 35 prescriptions 75 clinical DRPs was detected with frequently identified clinical DRPs (P1 – P6) were (P1) adverse drug reactions 9(18%), (P2) drug choice problem 11(22%), (P3) dosing Problem 5(10%), (P4) drug use problem 11(22%), (P5) Potential drug–drug interactions 8(16%) were detected. Also (P6) „others‟ were insufficient awareness of health and diseases 31(62%) and technical DRPs were identified such as “missing dose” 4(8%) and “unreadable prescription” 4(8%) and “missing diagnose” in the prescription 7(14%). The identification and categorization of causes of DRPs were observed that, 75 DRPs were detected with 92 causes of DRPs on hypertension with CHD. In that, (C2) „Drug use process‟ 28(56%), (C3) Subject unawareness information for drug treatment‟ 21(42%) cases, and then followed by (C4) „Subject/Psychological‟ 43(86%) cases of high frequency of causes of DRPs presents in this study.Conclusion: The Pharmacist was identified 75 number of clinical DRP and 15 number of technical DRP presents in this study using PCNE tools and also elderly subjects were specially observed and found that there is no significant difference and categorized into six domains, and causes of DRP in hypertensive subjects associated with CHD at tertiary care teaching hospital.

Key words: Hypertension, Coronary Heart Diseases, Drug Related Problems, PCNE, Drug Use Problem, Dosing Problem, Adverse Drug Reactions, Drug Choice Problem, Potential Drug-Drug Interactions.

 

 

 

http://innovareacademics.in/journals/index.php/ijpps/article/view/1354

 

A SURVEY OF DRUG-RELATED-PROBLEMS AMONG PATIENTS TREATED FOR ALLERGY SYMPTOMS IN COMMUNITY PHARMACIES AT NEGERI SEMBILAN, MALAYSIA

Jamunarani Appalasamy, Azmi Sarriff

Abstract

Objectives: Patients treated for allergy symptoms are at risk of acquiring drug-related problems (DRPs), as they require various types and forms of medications. Inappropriate therapeutic management of allergy symptoms could lead to the complication of diseases such as asthma and diabetes. To date, DRPs among patients treated for allergy symptoms have not been well established in Malaysia especially in community pharmacies setting. The main objective of this study is to identify factors and medications associated with DRPs among patients treated for allergy symptoms in community pharmacies.

Methods: This descriptive and cross-sectional study was conducted in community pharmacies in Negeri Sembilan, Malaysia from June 2011 to April 2012. The Pharmaceutical Care Network Europe Classification Version (PCNE) 6.2 was used as a tool to classify DRPs.

Results: A total of 378 patients were recruited according to inclusion and exclusion criteria. A total of 792DRPs were found; an average of 1.97 (SD = 1.6) DRP per patient. Significant DRP association (p<0.05) was detected from the usage of corticosteroids and antihistamines. Meanwhile, poly pharmacy and forgetfulness were factors significantly associated (p<0.05) as causes of DRPs.

Conclusion: There is a high occurrence of DRPs among patients who are treated for allergy symptoms. Identifying types and causes of DRPs in a community pharmacy would facilitate medication safety awareness among healthcare providers and patients.

Keywords: Drug Related Problems, PCNE DRP classification, Treatment of allergy symptoms,Community Pharmacy.

 

 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4630727/

A prospective study of incidence of medication-related problems in general medicine ward of a tertiary care hospital

 

Abstract

The study is aimed to assess the incidence of drug-related problems (DRPs) and provide pharmacist interventions for identified DRPs. A prospective, observational study was conducted among 189 patients with cardiovascular disease who were aged 18 years or older and admitted to the general medicine in-patient ward. During the 6 months study period, the incidence of DRPs was identified using Pharmaceutical Care Network Europe Foundation classification system version 6.2. A total of 189 patients were screened for DRPs. Among them, 130 patients have at least one DRP. A total of 416 DRPs were identified (on average, 2.2 DRPs per each patient). Of the 416 DRPs, 125 (30.04%) interventions were accepted, 7 (1.68%) interventions were not accepted, while remaining (68.26%) accepted but no action taken. The results of the study indicate that incidence of DRPs is substantial and pharmacist-led interventions resulted in resolution of DRPs. This represents the need for the active role of the clinical pharmacist in the developing countries like India.

Keywords: Cardiovascular patients, classification, drug-related problems, Indian hospital, Pharmaceutical Care Network of Europe, pharmacist intervention, prospective study

 

pcne

As per PCNE classification, the problems and the causes associated with the DRPs were categorized. The problem of wrong effect of drug treatment was found to be the highest accounted for 24.7% of DRPs followed by the effect of drug treatment not optimal with 20.4% and the remaining data were presented in Table 2. Among different causes of DRPs that were identified during the study, the problems caused due to inappropriate drug selection were found to be the highest with 22.17% which is followed by problems caused due to inappropriate drug combination with 16.39%. The problems caused due to food interaction were found to be least with 0.24%. The percentage of different causes of DRPs was mentioned in Table 3.

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: