jump to navigation

Obat asma golongan beta-2 agonis, disalahgunakan untuk penggemukan sapi potong, oleh Muhammad Muhlis) Juni 5, 2015

Posted by muhlis3 in Berita Farmasi, Bisnis, Kesehatan.
Tags: , ,
trackback

Obat asma golongan beta-2 agonis, disalahgunakan
untuk penggemukan sapi potong
(di kompilasi dari berbagai sumber oleh Muhammad Muhlis)

sapi-potong

Obat obat asma yang sering digunakan oleh pengusaha (edan) peternak sapi untuk penggemukan sapi adalah obat golongan beta-2 agonis. Obat-obat yang termasuk kelompok beta-2 agonis antara lain adalah Clenbuterol, Salbutamol, Salmoterol, Farmoterol, Cimaterol, dan Zilpaterol.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan waktu itu, Prabowo Respatiyo Caturroso, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 30059/HK.340/F/11/2011 tentang Pelarangan Peredaran dan Penggunaan Obat-obat Kelompok Agonis Beta-2 dan Turunannya di Indonesia
Beta-2 Agonis adalah kelompok obat-obatan bronchodilator atau pelebar saluran napas bagian dalam pada manusia. Obat-obat ini dipakai untuk melemaskan otot di sekitar saluran napas yang menyempit pada serangan asma atau penyakit sumbatan paru-paru kronis. Disebut beta-2 agonis karena obat-obatan ini mengaktifkan reseptor beta-2 pada otor di sekitar saluran napas. Aktifnya reseptor beta-2 akan melemaskan otot-otot di sekitar saluran napas sehingga napas menjadi lega
jika merujuk pada jurnal EuroMed menyebutkan jika penggunaan beta-2 agonis pada sapi akan mengakibatkan residu pada daging sapi. Hal ini memberikan dampak negatif pada manusia yang mengkonsumsinya.
Konsumsi daging sapi mengandung beta-2 agonis dalam jangka panjang, dapat menyebabkan Efek samping obat seperti menggunakan obat agonis adrenoseptor beta-2 yaitu tremor (terutama di tangan), ketegangan, sakit kepala, kram otot, dan palpitasi. Efek samping lain termasuk takikardi, aritmia, vasodilatasi perifer, gangguan tidur dan tingkah laku. Bronkospasme paradoksikal, urtikaria, angiodema, hipotensi, dan kolaps juga telah dilaporkan. Agonis adrenoseptor beta-2 menyebabkan hipokalemi pada dosis tinggi. Nyeri dapat terjadi pada pemberian injeksi intramuskular.

Salbutamol dan Clenbuterol telah digunakan sejak tahun 1960-an sebagai suplemen untuk menggemukkan sapi potong, babi, dan ayam broiler. Kedua obat itu meningkatkan massa otot dan membuat pemberian pakan lebih efisien.
Namun, pengalaman warga keracunan setelah mengonsumsi daging hati yang mengandung Salbutamol dan Clenbuterol mulai muncul tahun 1990-an awal. Warga menunjukkan gejala keracunan, seperti detak jantung tidak normal, gemetaran, sakit kepala, dan pusing. Laporan keracunan itu muncul di Amerika Serikat, Spanyol, dan Perancis. Dalam kasus di Spanyol tahun 1992, misalnya, dari 113 kasus keracunan yang dilaporkan, separuhnya menunjukkan gejala-gejala tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, residu terbanyak terkumpul di paru-paru, hati, dan ginjal sapi
Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati mengonsumsi daging dan jeroan, seperti paru-paru atau hati sapi yang populer di Indonesia. Jika Anda mengalami gejala seperti detak jantung tidak normal, gemetaran, sakit kepala, atau pusing setelah mengonsumsi daging, hati, atau paru-paru sapi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan-jangan Anda keracunan Salbutamol dan Clenbuterol
Seperti dikutip Tribunnews.com, diduga ada sepuluh perusahaan penggemukan sapi menggunakan obat hewan kelompok beta-2 agonis untuk pakan ternak sapi potong. Masalah ini serius karena ribuan sapi potong telah mengonsumsi obat-obatan berbahaya ini dan jutaan manusia telah mengonsumsi daging dan jeroan dengan residu obat-obatan berbahaya ini. Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro saat dikonfirmasi mengakui, dari hasil audit reguler yang pemerintah lakukan terhadap perusahaan penggemukan sapi, ditemukan ada yang positif menggunakan obat hewan beta-2 agonis.
Berdasarkan temuan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan pada Maret 2015, perusahaan terduga adalah PT GPDM, PT ISM, PT LAL, PT TUM, PT EI, PT NTF, PT GGLC, PT CMT, PT WMP, dan PT RAI. Perusahaan-perusahaan itu berlokasi di Sumatera Utara, Lampung, Banten, dan Jawa Barat ( http://m.tribunnews.com/nasional/2015/05/29/10-perusahaan-penggemukan-sapi-diduga-pakai-obat-terlarang-dan-berbahaya).
Tetapi bisa jadi juga ditemukan pada daging sapi impor, baik yang berasal dari australia ataupun negara lain…
Hati hati, lebih nyaman beli daging sapi dari peternak tradisional..

“Ciri paling terlihat dari daging yang digemukkan dengan menggunakan suntikan obat asma ini adalah daging terasa lebih keras dan lebih alot saat dimasak. Karenanya, teliti dan periksa daging sapi yang dibeli di pasar atau di supermarket,”

(di kompilasi dari berbagai sumber oleh Muhammad Muhlis)

Komentar»

1. Dicky Soetamz - Juni 24, 2015

ngeri juga.. walaupun daging sapi menjadi kurang berlemak

2. by edy - Juli 3, 2015

Hentikan dan pidanakan pengusaha nakal dgn menggemukan sapi potong yg memakai beta aghonist 2.!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: