jump to navigation

Patient safety September 2, 2015

Posted by muhlis3 in Berita Farmasi, Kesehatan.
Tags:
trackback

Patient safety

Keputusan penggunaan obat selalu mengandung pertimbangan antara manfaat dan risiko. Tujuan pengkajian farmakoterapi adalah mendapatkan luaran klinik yang dapat dipertanggungjawabkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan risiko minimal.

Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perubahan paradigma pelayanan kefarmasian yang menuju kearah pharmaceutical care. Fokus pelayanan kefarmasian bergeser dari kepedulian terhadap obat (drug oriented) menuju pelayanan optimal setiap individu pasien tentang penggunaan obat (patient oriented). Untuk mewujudkan pharmaceutical care dengan risiko yang minimal pada pasien dan petugas kesehatan perlu penerapan manajemen risiko.

Manajemen risiko adalah bagian yang mendasar dari tanggung jawab apoteker. Dalam upaya pengendalian risiko, praktek konvensional farmasi telah berhasil menurunkan biaya obat tapi belum menyelesaikan masalah sehubungan dengan penggunaan obat. Pesatnya perkembangan teknologi farmasi yang menghasilkan obat-obat baru juga membutuhkan perhatian akan kemungkinan terjadinya risiko pada pasien

(DIREKTORAT BINA FARMASI KOMUNITAS DAN KLINIK, DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2008)

Salah satu konsep patient safety, adalah cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien

Adapun pengertian mencuci tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan air mengalir dengan sabun antiseptik jika tangan terlihat kotor atau handsrub berbasis alkohol gliserin dengan klorheksidin jika tangan tidak terlihat kotor.

Tujuan
Menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara.

Perlu anda ketahui bahwa tangan kita terdiri dari 2 kuman yaitu:
• Residen flora yang merupakan flora normal, 10 – 20% berada disela kulit dan sulit dihilangkan. Hidupnya terbesar di kuku dan garis tangan, bisa menyebabkan infeksi bila masuk kedalam tubuh melalui tindakan invasif.
• Transien kuman merupakan kuman yang berasal dari lingkungan dan tahan hidup selama 24 jam, hidup disekitar kuku, dan merupakan penyebab terjadinya HAIs. Akan tetapi kuman ini bisa dihilangkan dengan melakukan cuci tangan secara benar.

Jenis Cuci Tangan

  • Hand Washing
    Adalah cuci tangan yang menggunakan sabun antiseptic dengan air mengalir.

    •Handrub
    Adalah cuci tangan yang menggunakan cairan berbasis alkohol gliserin tanpa menggunakan air

Kapan waktu yang tepat melakukan Cuci Tangan
Dalam hal ini anda harus ingat tentang “ FIVE MOMENTS” 2 sebelum dan 3 sesudah yaitu :

1.Sebelum kontak dengan pasien
2.Sebelum melakukan tindakan aseptik
3.Sesudah terkena cairan tubuh pasien
4.Sesudah kontak dengan pasien
5.Sesudah kontak dengan lingkungan pasien

berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan cuci tangan…??
Apabila tangan anda tampak kotor dan terkontaminasi, maka anda wajib membersihkan tangan menggunakan sabun antiseptik dengan air mengalir, dan waktu yang diperlukan antara 40 – 60 detik.

apabila tangan anda tidak tampak kotor, maka anda dapat melakukan cuci tangan menggunakan handrub yang berbasis alkohol gliserin dengan khlorheksidin 2%, waktu yang diperlukan adalah 20 – 30 detik
siapa yang wajib melakukan cuci tangan

setiap orang yang kontak dengan pasien
1.langsung seperti: keluarga pasien, dokter, perawat, ahli fisioterapi dan petugas kesehatan lainnya.

2.Tidak langsung sepert: ahli gizi, farmasi, teknisi dan lainnya..

6 LANGKAH MEMBERSIHKAN TANGAN MENURUT STANDART WHO

Telapak tangan bertemu dengan telapak tangan
Telapak tangan kiri telungkupkan ke dorsum tangan kanan dan sebaliknya
Ke 2 telapak tangan mengatup dan jari terjalin
letakkan bagian belakang jari ke telapak dengan jari terkunci
Gosok dan putar ibu jari tangan kanan dan sebaliknya
Telungkupkan ke5 ujung jari tangan kiri diatas telapak tangan kanan, putar maju dan mundur, lakukan sebaliknya.

8 tahap cuci tangan

Setelah anda mengetahui pentingnya melakukan kebersihan tangan, apakan anda akan mempertaruhkan keselamatan anda hanya karena malas melakukan cuci tangan…….??? Ya enggak lah…

Apakah pharmacy perlu cuci tangan ??? ya perlu lah karena pharmacy akan mengelola obat yang akan dikonsumsi pasien, perlu diingat Obat dapat terkontaminasi oleh pekerja peracik obat.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: