jump to navigation

Mengenal lebih dekat dengan Proton Pump Inhibitor (PPI) Desember 7, 2015

Posted by muhlis3 in Berita Farmasi, Kesehatan, Kuliah.
Tags: , , ,
trackback

Proton Pump Inhibitor (PPI)

Proton pump inhibitor (PPI) adalah obat yang bekerja dengan mengurangi jumlah asam lambung yang dibuat oleh kelenjar dalam lapisan perut Anda. Dia bekerja dengan cara menghambat Pompa proton yang dikendalikan oleh sebuah enzim atau  transporter  H+/K+ ATPase, Penggunaan omeprazole secara oral menghambat sekresi asam lambung basal dan stimulasi pentagastrik.

Transporter H+/K+ ATPase terdapat pada membran sel parietal lambung dan terlibat dalam sekresi asam lambung. Pompa ini merupakan suatu antiport, mengkatalisis transport ion H+ keluar dari sel parietal menuju ke rongga lambung, bertukar dengan in K+ yang masuk ke dalam sel. Pompa ini disebut pompa proton dan merupakan target aksi obat yang sangat menarik.

H2O di dalam sel parietal akan terurai menjadi H+ dan OH. Hidroksida akan berikatan dengan CO2 membentuk HCO3dengan bantuan enzim karbonik anhidrase (CA). HCO3 akan dikeluarkan ke cairan intersisial bertukar dengan ion Cl dengan bantuan antiport HCO3/Cl. Ion Clselanjutnya akan keluar menuju rongga lambung melalui suatu kanal Cl. Sementara, ion H+ juga akan keluar rongga lambung bertukar dengan ion K+ dengan bantuan H+/K+ ATPase. Di rongga lambung, ion H+ dan Cl akan berinteraksi membentuk HCl atau asam lambung. Omeprazol (PPI) selanjutnya akan menuju dan terkonsentrasi di kanalikuli sel parietal (sel targetnya). Di sini barulah omeprazol diaktifkan dengan bantuan asam menjadi metabolit aktif sulfenamida tiofilat dan berikatan secara kovalen dengan pompa proton H+/K+/ATPase, aksi ini bekerja menghambat aksi pompa H+/K+ATPase, sehingga ion H+ tidak  dapat dikeluarkan, dan akibatnya HCl tidak terbentuk Ikatan ini bisa bertahan hingga 24 jam.

PPI merupakan turunan benzimidazole (tepatnya alfa-piridilmetilsulfinil benzimidazol), dengan substituen yang berbeda-beda pada gugus piridin atau pada gugus benzimidazol, dengan sifat-sifat farmakologinya yang sama.

PPI merupakan suatu prodrug, yang memerlukan aktivasi di lingkungan asam. Senyawa-senyawa ini memasuki sel parietal melalui darah, dan karena sifat basa lemahnya akan berakumulasi dalam kanalikuli sel parietal pensekresi asam. Pada sel parietal terjadi aktivasi senyawa ini melalui proses yang dikatalisasi proton (H+) menghasilkan pembentukan sulfenamida tiofilat atau asam sulfenat.

Bentuk yang teraktivasi ini kemudian bereaksi melalui pembentukan ikatan kovalen dengan gugus sulfahidril dari sistein di bagian ekstrasel H+/K+ATPase. Agar dapat menghambat produksi asam, penting untuk berikatan dengan sistein 813, yang bersifat irreversibel untuk molekul pompa tersebut.

PPI memiliki efek yang yang sangat besar terhadap produksi asam. Jika diberikan dalam dosis yang cukup, contohnya 20 mg omeprazol sehari untuk 7 hari, produksi asam harian dapat dikurangi hingga lebih dari 95%. Sekresi asam akan kembali normal setelah PPI yang baru dimasukkan ke dalam membran lumen. Omeprazol juga secara selektif menghambat enzim karbonik anhidrase (CA) mukosa lambung, yang kemungkinan turut berkontribusi terhadap sifat supresi asamnya. Efek antisekresi obat omeprazol akan mulai timbul setelah 1 hingga 2 jam pemakaian oral dengan efek penghambatan sekresi yang dapat berlangsung hingga tiga hari.
Omeprazole ini merupakan obat penghambat sekresi asam lambung yang lebih baik dibandingkan antagonis H2 seperti ranitidin karena obat omeprazole ini tidak menunjukkan efek antikolinergik seperti kegelisahan, mulut kering, palpitasi dan retensi urin
Farmakokinetika

PPI tidak stabil pada pH rendah (pH 1-3) dan akan terurai dalam suasana asam. Bentuk sediaan oral (pelepasan tertunda) tersedia dalam bentuk granul salut enterik ter-enkapsulasi dalam cangkang gelatin (omeprazol dan lansoprazol) atau sebagai tablet salut enterik (pantoprazol dan rabeprazol). Granul-granul ini hanya dapat melarut pada pH basa, sehingga mencegah penguraian obat oleh asam di esofagus dan lambung. Sifat dari obat ini menyebabkan obat ini tidak boleh digerus karena akan merusak granul tahan asamnya. PPI diabsorbsi dengan baik pada suasana basa dan pH pada proximal small bowel berkisar pada angka 9 oleh karena itu sediaan PPI dibuat sedemikian rupa dengan penyerapan di usus. PPI diabsorbsi dengan cepat, banyak terikat pada protein, dan dimetabolisme secara ekstensif di hati oleh sistem sitokrom P450 (CYP2C19 dan CYP3A4). Metabolit sulfatnya dieksresikan di urin atau feses. Waktu paruh plasmanya sekitar 2 jam, tetapi durasi kerjanya lebih panjang. Pada pasien gagal ginjal kronis (GGK) dan sirosis hati tidak menyebabkan akumulasi obat bila diberikan dosis sekali sehari. Sedangkan pada pasien dengan penyakit hati, mengurangi klirens lansoprazol secara signifikan, sehingga penurunan dosis perlu dipertimbangkan pada pasien dengan penyakit hati yang parah.

Pantoprazol, senyawa yang relatif stabil dalam asam, merupakan sediaan intravena yang pertama kali disetujui di AS. Bolus intravena tunggal dengan dosis 80 mg dapat menghambat produksi asam hingga 80% sampai 90% dalam waktu satu jam, dan efeknya bisa bertahan hingga 21 jam. Oleh karena itu, pemberian PPI secara intravena sekali sehari (dalam dosis yang sama seperti yang digunakan secara oral) kemungkinan sudah mencukupi untuk mencapai tingkat HCl yang diinginkan. Penggunaan klinis formulasi ini pada situasi di atas membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi diharapkan sama atau lebih besar dari penggunaan klinis antagonis reseptor H2 intravena.

PPI tidak boleh digunakan bersama obat pensupresi asam lainnya

Kebutuhan akan asam untuk mengaktivasi obat-obat ini di dalam sel parietal memiliki beberapa konsekuensi penting. Obat-obat harus digunakan bersamaan atau sebelum makan, karena makanan akan menstimulasi produksi asam di sel-sel parietal; sebaliknya pemberian bersamaan dengan obat pensupresi asam lainnya seperti antagonis reseptor H-2 dapat mengurangi efikasi PPI. Karena tidak semua pompa atau semua sel parietal berfungsi pada saat yang bersamaan, maka dibutuhkan beberapa dosis obat agar menghasilkan supresi sekresi asam yang maksimal. Dengan dosis sekali sehari, untuk mencapai tingkat penghambatan yang tetap (steady-state) membutuhkan waktu 2-5 hari, yang mempengaruhi sekitar 70% pompa.

Pencapaian tingkat penghambatan yang tetap dapat dipercepat dengan pemberian dosis yang lebih sering (misal 2 kali sehari). Karena ikatan metabolit aktif obat dengan pompa bersifat irreversible, penghambatan produksi asam akan berlangsung selama 24-48 jam atau lebih, hingga enzim baru disintesis kembali (apakah mungkin maksudnya hingga pompa disintesis kembali ya? Karena pompa proton ini merupakan suatu protein). Oleh karena itu, durasi kerja obat-obat ini tidak secara langsung berkaitan dengan waktu paruh dalam plasma.

Dikenal beberapa macam tipe PPI

  • Omeprazole (Prilosec), also available over-the-counter (without a prescription)
  • Esomeprazole (Nexium)
  • Lansoprazole (Prevacid)
  • Rabeprazole (AcipHex)
  • Pantoprazole (Protonix)
  • Dexlansoprazole (Kapidex)

Bagaimana mengkonsumsi PPI

PPI dikonsumsi secara oral. Mereka tersedia sebagai tablet atau kapsul. Umumnya, obat-obatan ini diminum 30 menit sebelum makan pagi.
Jika Anda memiliki ulkus peptikum, dokter mungkin meresepkan PPI bersama dengan dua atau tiga obat lain sampai 2 minggu. Atau dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk mengambil obat ini selama 8 minggu.

PPI tidak akan  efektif jika digunakan secara PRN. Pada saat Anda mengalami mual, aktivitas sel parietal Anda telah benar-benar berkurang sampai batas tertentu karena cepat pH Anda telah turun ke tingkat tertentu. Anda sekarang sudah dimatikan asam dengan umpan balik negatif.

Efek antisekresi obat omeprazol akan mulai timbul setelah 1 hingga 2 jam pemakaian oral dengan efek penghambatan sekresi yang dapat berlangsung hingga tiga hari.

Side effects

Efek samping dari PPI jarang. Tetapi mungkin sakit kepala, diare, sembelit, mual, atau gatal-gatal. Tanyakan kepada dokter Anda jika keadaan ini mengganggu anda, Jika Anda sedang menyusui atau hamil, berbicara dengan dokter Anda sebelum mengambil obat ini.
Katakan kepada dokter Anda jika Anda juga mengambil obat-obatan lainnya. PPI dapat mengubah cara obat-obatan tertentu bekerja, termasuk beberapa obat anti-kejang dan pengencer darah seperti warfarin atau clopidogrel (Plavix).

Efek yang perlu diwaspadai
1. Efek pada gastrointestinal (GI); gastritis atrofik dapat terjadi pada pasien dengan terapi jangka panjang esomeprazole
2. Efek pada pernafasan; PPI dikaitkan dengan adanya peningkatan resiko infeksi tertentu (misal pneumonia)
3. Efek pada muskoloskeletal; penggunaan PPI jangka panjang dan dalam dosis tinggi meningkatkan resiko patah tulang pinggul terutama pada kelompok pasien usia lebih dari 50 tahun.
4. Efek pada jantung; Ada kemungkinan penggunaan esomeprazole atau omeprazole dalam jangka panjang beresiko meningkatkan gangguan jantung (infark miokard dan kematian mendadak) (AHFS)
5. Omeprazole umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Pada dosis besar dan penggunaan yang lama, kemungkinan dapat menstimulasi pertumbuhan sel ECL (enterochromaffin-likecells). Pada penggunaan jangka panjang perlu diperhatikan adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan di saluran pencernaan. http://www.hexpharmjaya.com/page/omeprazole.aspx

Omeprazole :
Pregnancy Category C
Risk Summary
There are no adequate and well-controlled studies with Omeprazole in pregnant women. Available epidemiologic data fail to demonstrate an increased risk of major congenital malformations or other adverse pregnancy outcomes with first trimester Omeprazole use.
Pediatric Use
Use of Omeprazole in pediatric and adolescent patients 2 to 16 years of age for the treatment of GERD and maintenance of healing of erosive esophagitis is supported by a) extrapolation of results from adequate and well-controlled studies that supported the approval of Omeprazole for adults, and b) safety and pharmacokinetic studies performed in pediatric and adolescent patients. The safety and effectiveness of Omeprazole for the treatment of GERD in patients <1 year of age have not been established. The safety and effectiveness of Omeprazole for other pediatric uses have not been established.
Geriatric Use
Omeprazole was administered to over 2000 elderly individuals (≥ 65 years of age) in clinical trials in the U.S. and Europe. There were no differences in safety and effectiveness between the elderly and younger subjects. Other reported clinical experience has not identified differences in response between the elderly and younger subjects, but greater sensitivity of some older individuals cannot be ruled out.

Pharmacokinetic studies have shown the elimination rate was somewhat decreased in the elderly and bioavailability was increased. The plasma clearance of Omeprazole was 250 mL/min (about half that of young volunteers) and its plasma half-life averaged one hour, about twice that of young healthy volunteers. However, no dosage adjustment is necessary in the elderly
Lansoprazole
Pregnancy category B by the FDA.
Animal studies at high human doses have revealed no evidence of impaired fertility or fetotoxicity. There are no controlled data in human pregnancy. Lansoprazole should only be given during pregnancy when benefit outweighs risk.

Indikasi (Fungsi) Omeprazole

Sebagai obat penghambat sekresi asam lambung sebagaimana dijelaskan di atas, maka fungsi omeprazole adalah: Pengobatan jangka pendek pada penderita tukak duodenal. Pengobatan jangka pendek pada penderita tukak lambung. Pengobatan penderita tukak lambung dan tukak duodenum yang tidak responsif terhadap pemberian obat – obat antagonis reseptor H2 contohnya cimetidine, ranitidine. Pengobatan refluks esofagitis erosif / ulceratif pada penderita yang telah didiagnosa melalui endoskopi. Baca: penyakit GERD

 

Informasi Keamanan

Omeprazol yang diberikan dengan dosis melebihi 80 mg, dianjurkan untuk membagi dosis menjadi 2 kali pemberian dalam sehari. Omeprazol yang digunakan untuk penggunaan jangka panjang perlu mewaspadai adanya kemungkinan efek hipergastrinemia.

Omeprazole sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak, kecuali apabila penggunaannya dianggap sangat penting. Omeprazol dapat memperpanjang eliminas obat diazepam, penitoin dan warfarin, sehingga dianjurkan untuk melakukan penurunan dosis obat tersebut pada penderita.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: