jump to navigation

Mengenal KOSMETIKA Januari 4, 2016

Posted by muhlis3 in artikel kesehatan, Berita Farmasi, Kesehatan.
Tags: , , ,
trackback

Mengenal KOSMETIKA
Menurut Keputusan Kepala BPOM RI No. HK.00.05.4.1745 th 2003 tentang Kosmetik,
Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Kosmetik adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan penampilan atau bau dari tubuh manusia Kosmetik termasuk krim perawatan kulit, lotion , bubuk, parfum , lipstik , cat kuku , riasan wajah dan mata, lensa kontak berwarna , rambut warna, semprotan rambut dan gel , deodoran , pembersih tangan , produk bayi , mandi minyak, gelembung mandi , garam mandi , dan banyak jenis produk lain yang biasa di sebut “make-up,” yang menunjuk terutama untuk produk berwarna dimaksudkan untuk mengubah penampilan pengguna.
COSMETICS MADICATED (Cosmedics)
Merupakan kosmetika modern yang diformulasikan dan diolah secara ilmiah sesuai dengan konsep kesehatan.
Cosmedics merupakan penggabungan kosmetika dengan bahan-bahan tertentu yang memiliki efek formakologis aktif untuk mempertahankan fisiologi kulit yang sudah baik, memperbaiki fisiologi kulit yang kurang baik atau menyembuhkan kelainan-kelainan kulit tertentu.
Contoh dari cosmedics, antara lain : Shampo anti ketombe, Acne lotion, Hair tonic

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.12.10.11983 Tahun 2010 Tentang Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika,

Penggolongan kosmetika terbagi ke dalam 20 jenis sediaan:

  1. Krim, emulsi, cair, cairan kental, gel, minyak untuk kulit (wajah, tangan, kaki, dan lain-lain)
  2. Masker wajah (kecuali produk peeling/pengelupasan kulit secara kimiawi)
  3. Alas bedak (cairan kental, pasta, serbuk)
  4. Bedak untuk rias wajah, bedak badan, bedak antiseptik dan lain-lain
  5. Sabun mandi, sabun antiseptik, dan lain-lain
  6. Sediaan wangi-wangian
  7. Sediaan mandi (garam mandi, busa mandi, minyak, gel, dan lain-lain)
  8. Sediaan depilatori
  9. Deodoran dan anti-perspiran
  10. Sediaan rambut
  11. Sediaan cukur (krim, busa, cair, cairan kental, dan lain-lain)
  12. Sediaan rias mata, rias wajah, sediaan pembersih rias wajah dan mata
  13. Sediaan perawatan dan rias bibir
  14. Sediaan perawatan gigi dan mulut
  15. Sediaan untuk perawatan dan rias kuku
  16. Sediaan untuk organ kewanitaan bagian luar
  17. Sediaan mandi surya dan tabir surya
  18. Sediaan untuk menggelapkan kulit tanpa berjemur
  19. Sediaan pencerah kulit
  20. Sediaan anti wrinkle.

Tujuan Penggunaan Kosmetik
DAHULU :
1.Melindungi tubuh dari alam (panas sinar matahari – terbakar, dingin – kekeringan, iritasi – gigitan nyamuk).
2. Tujuan Religius : Bau dari kayu tertentu-cendana – mengusir mahluk halus
SEKARANG : Personal hygiene, meningkatkan daya tarik-make up, meningkatkan kepercayaan diri&ketenangan,melindungi kulit-rambut dari uv yg merusak, polutan dan faktor lingkungan lain, menghindari penuaan
Secara umum : membantu manusia untuk menikmati hidup yang lebih bermanfaat

Izin Edar Kosmetika
Izin edar kosmetika berupa Notifikasi (Permenkes 1176 Tentang Notifikasi Kosmetik), notifikasi berlaku selama 3 (tiga) tahun
Setiap kosmetika yang beredar wajib memenuhi standar dan/atau persyaratan mutu, keamanan, dan kemanfaatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan diterbitkannya peraturan tentang notifikasi Kosmetika maka penomeran kosmetika lama dinyatakan tidak berlaku.
Berikut edaran BPOM HK.05.02.43.06.14.3129
1. Mulai menarik semua kosmetika yang masih mencantumkan nomor pendaftaran lama (POMCD/C&lCA/CB/CC/CD/CE) sejak tanggal 1Juli s.d 5 Agustus 2014
2. Mempersiapkan dan memastikan pencantuman nomor notifikasi kosmetika yang beredar sampai dengan 5 Agustus 2014

Apaitu notifikasi ?
Misalnya Produk A dibuat oleh negara Malaysia dan sekarang produk A masuk ke Indonesia maka produk A cukup didaftarkan saja ke Badan POM dan mendapat nomor notofikasi ( disingkat NA).
Jika sudah mendapat nomor maka bisa dijual di Indonesia, soal keamanannya diserahkan pada produsen pembuat dinegara Malaysia dan bukan dari BPOM.
Jika produk sudah beredar BPOM akan melakukan post market surveillance dan dicek apakah ada kandungan bahan berbahya atau tidak. Jika ada, maka produk tersebut dapat ditarik kembali dari pasaran.
Setiap kosmetika hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar dari Menteri.
Izin edar sebagaimana dimaksud berupa notifikasi.
Dikecualikan bagi kosmetika yang digunakan untuk penelitian dan sampel kosmetika untuk pameran dalam jumlah terbatas dan tidak diperjualbelikan.
Notifikasi dilakukan sebelum kosmetika beredar oleh pemohon kepada Kepala Badan
Contoh Notifikasi
• NA18121201820 untuk GARNIER Men Turbo Light Oil Control Purify & Brighten Charcoal Black Foam
• NA18140301050 untuk CARING COLOURS MARTHA TILAAR Everlast B B ( Blemless Balm) Cream Perfect Cover Mineral Make Up.
• NA18150900279 untuk GATSBY Deodorant Perfume Spray Aqua
Penomeran Notifikasi atau NA
dua huruf dan 11 digit angka :
2 huruf awal kode benua, 11 angka 2 kode negara, 2 tahun notifikasi, 2 jenis produk dan 5 nomor urut notifikasi
Kode benua

NA = produk Asia (termasuk produk lokal).
NB = Produk Australia
NC = produk Eropa.
ND = Produk Afrika
NE = produk Amerika.

Contoh : NA 18150900279 untuk GA….Y Deodorant Perfume Spray Aqua
NA= produk asia dan dalam negri,
18 = kode negara indonesia,
15 = kode tahun 2015,
09 = kode kelompok produk,
00279 = nomer notifikasi

Persyaratan label kosmetik menurut Kep.BPOM NOMOR HK.00.05.4.1745 Pasal 23
(1) Pada etiket wadah dan atau pembungkus harus dicantumkan informasi/ keterangan mengenai :
a. nama produk;
b. nama dan alamat produsen atau importir / penyalur;
c. ukuran, isi atau berat bersih;
d. komposisi dengan nama bahan sesuai dengan kodeks kosmetik indonesia atau nomenklatur lainnya yang berlaku;
e. nomor izin edar;
f. nomor batch /kode produksi;
g. kegunaan dan cara penggunaan kecuali untuk produk yang sudah jelas penggunaannya;
h. bulan dan tahun kadaluwarsa bagi produk yang stabilitasnya kurang dari 30 bulan;
i. penandaan lain yang berkaitan dengan keamanan dan atau mutu.
(2) Apabila seluruh informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memungkinkanu ntuk dicantumkan pada etiket wadah, maka dapat menggunakan etiket gantung atau pita yang dilekatkan pada wadah atau brosur.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: